BULELENG (terasbalinews.com) – Sebanyak 135 relawan muda resmi bergabung dalam tim Green Force Bulfest 2025 untuk mendukung terwujudnya festival budaya yang ramah lingkungan di Buleleng. Para relawan berasal dari komunitas pemuda, forum kebangsaan, paguyuban, serta mahasiswa dari Universitas Udayana, Universitas Panji Sakti, hingga siswa SMA/SMK di Buleleng.
Kepala Bidang Penyuluhan DLH Buleleng, Ni Nyoman Widiartami, S.H., M.A.P, menjelaskan bahwa perekrutan dilakukan secara terbuka melalui Google Form setelah adanya rapat koordinasi bersama komunitas pada 30 Juli.
“Kami merekrut 135 relawan dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas anak daerah, forum kebangsaan, paguyuban Grand Youth Bali, hingga universitas seperti Udayana, Panji Sakti, dan SMA/SMK di Buleleng,” ujarnya.
Menurut Widiartami, relawan tidak dibatasi usia. Syarat utama hanyalah komitmen dan keikhlasan untuk menjaga kebersihan selama festival yang berlangsung 18–23 Agustus 2025.
Lebih dari sekadar mengawal kebersihan, para relawan juga berperan aktif memberikan edukasi kepada pengunjung maupun pelaku UMKM. Salah satunya disampaikan oleh Putu Ade Oka Wijaya dari Paguyuban Green Youth Bali.
“Kami edukasi para pelaku UMKM untuk menyediakan tempat sampah terpilah dan bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan. Kami juga keliling mengajak pengunjung agar tidak sembarangan membuang sampah. Setelah acara, kami juga langsung turun membersihkan seluruh area,” jelasnya.
Ade menambahkan alasan pribadinya terjun sebagai relawan, yaitu keinginan menjadi bagian dari perubahan.
“Saya tidak ingin Bulfest, yang merupakan kebanggaan masyarakat, justru menyumbang timbunan sampah ke TPA,” ungkapnya.
DLH Buleleng menegaskan, Green Force tidak hanya berhenti pada Bulfest, melainkan akan terus dilibatkan dalam kegiatan lain seperti Buleleng Kali Bersih (Bukalsih) dan Bersih Pantai (Bepasih).
“Harapan kami, mereka bisa menjadi agen perubahan yang berkelanjutan. Selain mengedukasi pengunjung dan pelaku usaha di Bulfest, mereka juga membantu menyebarkan kesadaran memilah sampah di masyarakat luas,” kata Widiartami.
Dengan semangat “Bali Bersih, Hijau, dan Indah” sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kehadiran Green Force Bulfest menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah, komunitas, dan generasi muda dalam menghadirkan festival budaya yang bukan hanya meriah, tetapi juga peduli pada kelestarian lingkungan. (ndra)















