BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Pemkab Buleleng Galakkan Aksi Hijau Serentak di Momen Tumpek Wariga, Cegah Banjir dan Longsor Jelang Musim Hujan

whatsapp image 2025 10 26 at 15.30.46
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat melakukan aksi bersih-bersih sungai di kawasan Pura Tirta Sudhamala, Kelurahan Banyuasri, Minggu (26/10). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Memperingati Hari Suci Tumpek Wariga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelar gerakan serentak berupa penanaman pohon dan pembersihan sungai di berbagai wilayah. Aksi ini menjadi langkah nyata Pemkab untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor menjelang musim penghujan.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, curah hujan tinggi di akhir dan awal tahun sering kali menjadi pemicu bencana di sejumlah titik rawan. Karena itu, kegiatan bersih-bersih sungai dan penanaman pohon digelar lebih awal agar aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan dampak buruk.

“Hal tersebut dilakukan untuk membuat air bisa mengalir tanpa hambatan sehingga curah hujan yang tinggi itu tidak berakibat atau berdampak buruk terhadap lingkungan yang ada di sekitar,” ujarnya usai memimpin kegiatan penanaman pohon dan bersih-bersih sungai secara gotong royong di areal Pura Tirta Sudhamala, Kelurahan Banyuasri, Minggu (26/10).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dan Sekretaris TP PKK Buleleng Ny. Hermawati Supriatna. Ia menjelaskan, setiap bulan Oktober, Pemkab Buleleng memang rutin menggelar kegiatan lingkungan serupa, terutama menjelang datangnya musim hujan. Pembersihan menyeluruh dilakukan pada daerah aliran sungai (DAS) dan saluran air di kawasan perkotaan untuk mencegah penyumbatan yang kerap menjadi penyebab banjir.

Gerakan ini, kata Bupati Sutjidra, tidak hanya melibatkan aparatur pemerintah, tetapi juga unsur TNI, Polri, ASN, serta seluruh lapisan masyarakat hingga tingkat desa. “Setiap wilayah memiliki tanggung jawabnya masing-masing untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya tanpa mencemari daerah lain. Instruksi tersebut telah sering disampaikan untuk memastikan gerakan ini benar-benar dilakukan bersama-sama,” tegasnya.

Selain bernilai ekologis, kegiatan ini juga memiliki makna spiritual yang kuat. Momentum Tumpek Wariga dalam ajaran Hindu Bali dikenal sebagai hari pemuliaan terhadap tumbuh-tumbuhan, sehingga gerakan ini juga menjadi wujud nyata pelestarian nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

Bupati Sutjidra berharap, melalui kegiatan ini, tumbuh kesadaran kolektif masyarakat Buleleng untuk menjaga bumi demi keberlanjutan kehidupan. “Kita harus jaga betul bumi ini dengan cara membersihkan kemudian melaksanakan penanaman pohon agar sumber-sumber air itu tetap terjaga,” tutupnya.

Sebagai informasi, aksi penanaman pohon dan pembersihan sungai dilaksanakan di lima titik utama, yakni Daerah Aliran Sungai (DAS) Banyumala, DAS Buleleng di Kelurahan Kampung Singaraja, DAS Buleleng di Kelurahan Banjar Bali, DAS Buleleng di Kelurahan Kampung Baru, dan Muara Sungai Kerobokan di Pantai Kerobokan, Kecamatan Sawan. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *