BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Coca-Cola System dan M Mart Luncurkan “Recycle Me”, Perkuat Daur Ulang Botol Plastik di Bali

Inisiatif program kolaboratif "Recycle Me" di Bali. (foto/ist)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BADUNG (terasbalinews.com).  Coca-Cola System di Indonesia yang terdiri dari Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) dan Coca-Cola Indonesia, bersama PT Global Retailindo Pratama selaku pengelola jaringan M Mart dan Big M, meluncurkan inisiatif “Recycle Me” di Bali. Program kolaboratif tersebut bertujuan memperluas pengumpulan kemasan plastik pascakonsumsi sekaligus mendukung pengembangan ekonomi sirkular di Pulau Dewata.

Melalui program ini, sebanyak 20 gerai M Mart di Bali dilengkapi fasilitas drop box untuk menampung botol plastik PET bekas pakai. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mengembalikan kemasan yang telah digunakan agar dapat didaur ulang menjadi bahan baku kemasan baru.

Peluncuran “Recycle Me” dilakukan di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah di Bali. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Bali menghasilkan sekitar 1,25 juta ton sampah setiap tahun atau sekitar 3.436 ton per hari. Dari jumlah tersebut, lebih dari 17 persen merupakan sampah plastik, sehingga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sistem pengumpulan dan daur ulang kemasan pascakonsumsi.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Menurutnya, Bali menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah sehingga memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Kehadiran program “Recycle Me” dinilai memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mengembalikan kemasan plastik agar dapat diproses kembali melalui sistem daur ulang.

“Program seperti ini menunjukkan bagaimana dunia usaha dapat berkontribusi dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung pengembangan ekonomi sirkular di Bali,” ujarnya.

Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho, mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mempercepat terwujudnya ekonomi sirkular untuk kemasan di Indonesia melalui penguatan sistem pengumpulan dan kemitraan di sepanjang rantai nilai daur ulang.

Ia menjelaskan, melalui “Recycle Me”, perusahaan ingin membuat proses pengembalian kemasan menjadi lebih mudah dan praktis bagi konsumen, sekaligus memastikan botol yang terkumpul dapat memperoleh “kehidupan kedua” melalui proses daur ulang.

Dhedy menambahkan, sejak 2023 Coca-Cola di Indonesia telah menggunakan “recycled PET (rPET)” pada sebagian portofolio kemasannya sebagai upaya meningkatkan penggunaan material hasil daur ulang sekaligus mengurangi timbulan sampah plastik.

“Kami mengapresiasi dukungan M Mart sebagai mitra ritel dalam memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pengumpulan kemasan dan edukasi daur ulang, serta kolaborasi pemerintah daerah dan mitra TPS 3R dalam pengelolaan kemasan pascakonsumsi,” katanya.

Dalam implementasinya, M Mart memegang peran penting sebagai titik pengumpulan karena jaringan gerainya berada dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Kehadiran drop box di lokasi yang mudah dijangkau diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku konsumen agar lebih aktif mengembalikan botol plastik bekas pakai.

Managing Director M Mart, Ramesh Ram Khaerudin, mengatakan sebagai peritel yang berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari, pihaknya ingin menghadirkan solusi yang mudah diakses sekaligus meningkatkan partisipasi publik dalam menjaga lingkungan.

“Melalui ‘Recycle Me’, kami berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengembalian kemasan pascakonsumsi dan menjadi bagian dari solusi lingkungan di Bali,” ujarnya.

Program ini juga melibatkan berbagai mitra dalam rantai nilai daur ulang. Mahija Parahita Nusantara bertugas mengumpulkan dan mengelola botol PET pascakonsumsi secara bertanggung jawab. Selanjutnya, material tersebut diproses oleh Amandina Bumi Nusantara, fasilitas daur ulang hasil kerja sama CCEP Indonesia dan Dynapack Asia, untuk menghasilkan “food-grade recycled PET (rPET)” yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku kemasan baru.

Menurut Dhedy, membangun ekonomi sirkular memerlukan pendekatan menyeluruh mulai dari desain kemasan, proses produksi, pengumpulan pascakonsumsi, hingga daur ulang dan pemanfaatan kembali material.

Ia berharap melalui kolaborasi berbagai pihak, kemasan plastik tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan dapat terus dimanfaatkan.

“Melalui inisiatif seperti ‘Recycle Me’, kami berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya daur ulang dan terinspirasi untuk mengambil bagian dalam aksi kolaboratif demi mewujudkan Bali yang lebih bersih,” katanya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *