BULELENG (terasbalinews.com) – Pemanfaatan energi terbarukan di Bali kembali mendapat dukungan nyata. Institute for Essential Service Reform (IESR) meresmikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Desa, Rabu (27/8/2028), yang berlangsung di Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng.
Acara ini dihadiri tokoh masyarakat dari tiga desa yakni Banjarasem, Baturinggit, dan Batununggul. Turut hadir pula Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra.
Fabby Tumiwa, CEO IESR, menegaskan bahwa PLTS merupakan langkah penting untuk kemandirian energi baik di desa maupun kota. “Hal ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap tenaga fosil dengan memanfaatkan tenaga surya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, sejumlah PLTS juga diresmikan serentak. Di Desa Banjarasem, PLTS berkapasitas 3,48 kWp dengan baterai 4,8 kWh dipasang di balai desa untuk menunjang fasilitas umum. Sementara di Desa Baturinggit, Karangasem, kapasitas yang sama digunakan untuk mendukung pompa air masyarakat (PAMSIMAS), sehingga warga mendapat akses air bersih lebih stabil.
Di Nusa Penida, PLTS berkapasitas 5,95 kWp dengan baterai 4,8 kWh tengah dipasang di Kantor Camat, sementara di SDN 1 Batununggul, sistem PLTS 2,46 kWp dengan baterai 5,12 kWh akan segera menunjang kegiatan belajar mengajar.
“PLTS di Desa Banjarasem bisa bermanfaat dan menginspirasi desa lainnya. Dengan keseimbangan Tri Hita Karana, sinar matahari bisa kita ubah menjadi energi listrik,” kata Fabby.
Ia menambahkan, PLTS merupakan teknologi berbiaya murah, minim perawatan hingga 25 tahun, sekaligus solusi nyata menuju energi berkelanjutan. “PLTS dapat membantu kebutuhan energi listrik nasional, juga menuju Bali net-zero emission (NZE) pada tahun 2045,” tegasnya.
Sekda Bali, Dewa Made Indra, juga memberi apresiasi tinggi. “Saya mewakili Provinsi Bali, sangat mengapresiasi adanya PLTS di Banjarasem. Pilot project ini membuat masyarakat bisa melihat langsung manfaat energi surya dan semakin yakin untuk ikut memanfaatkannya,” ungkapnya. (ndr)












