GIANYAR (terasbalinews.com). Inovasi pengelolaan sampah, pertanian organik, hingga produk kreatif UMKM Desa Keliki, Gianyar jadi daya tarik rombongan KBRI dan jurnalis asal Aljazair.
Sebut saja Desa Keliki di Gianyar, Bali, kembali jadi sorotan internasional. Kali ini, Desa Energi Berdikari (DEB) Keliki dan dua UMKM mitra binaan Pertamina mendapat kunjungan istimewa dari perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan jurnalis asal Aljazair, Afrika Utara.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program Familiarisation Trip yang diselenggarakan oleh Pertamina Indonesia Eksplorasi dan Produksi (PIEP) untuk memperkenalkan program pemberdayaan masyarakat dan potensi budaya lokal Indonesia.
Rombongan disambut hangat dengan tari Pendet, suguhan jaje Bali, dan kelapa muda. Mereka diajak menelusuri keindahan Subak Lauh Batu sambil melihat langsung proses pengolahan sampah organik menjadi kompos dari Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang menggunakan listrik dari panel surya.
Tak hanya itu, rombongan juga diajak mengenal produk unggulan UMKM Desa Keliki seperti batik lukis dan kerajinan album foto yang dikembangkan lewat dukungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Produk-produk ini merupakan hasil binaan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, bagian dari komitmen Pertamina membangun ekosistem pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kepala Desa Keliki, I Ketut Wita, mengungkapkan perubahan besar yang dirasakan warganya sejak hadirnya dukungan dari Pertamina.
“Kini, area TPS3R dan Subak ramai dikunjungi. Banyak warga membangun vila dan warung. Tapi yang paling terasa adalah perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Ika Annisaa Farista dari KBRI Aljazair. Ia mengapresiasi inisiatif desa yang mampu mengembangkan pertanian organik. “Dari lima ton, produksi padi meningkat menjadi tujuh hingga delapan ton per panen,” ungkapnya.
Nurul Intan Permanasari, perwakilan PIEP, menambahkan bahwa kunjungan ini bertujuan memperluas narasi positif Indonesia di mata dunia, khususnya Afrika Utara. PIEP sendiri menjalankan proyek migas di Aljazair dan aktif menginisiasi program CSR, termasuk asimilasi budaya bagi anak-anak Aljazair.
Sementara itu, Ketua BUMDes Keliki, I Wayan Sumada, menyebut program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Pertamina telah membawa banyak manfaat, seperti program “Keliki Hijau” untuk pertanian dan lingkungan, “Keliki Sehat” untuk ibu dan balita, hingga “Keliki Berdikari” yang fokus pada pariwisata berbasis masyarakat.
Sebagai bagian dari kunjungan, rombongan juga diajak melihat UMKM binaan Pertamina lainnya di Gianyar, seperti Bali Ayu yang memproduksi aromaterapi dan kosmetik, serta Made Tea yang mengembangkan teh lokal inovatif. Produk-produk ini bahkan sudah berhasil menembus pasar ekspor.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini.
“Kami berharap Desa Keliki menjadi model desa mandiri berkelanjutan dan terus menginspirasi desa-desa lain di Indonesia,” ujarnya. (red)















