BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Jelang Bulfest 2026, Persiapan 95 Persen dan Rekayasa Lalu Lintas Mulai Disiapkan

Asisten I Setda KabupatenBuleleng, Putu Ariadi Pribadi dan Kadishub Buleleng, Gede Gunawan AP. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mematangkan persiapan pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026. Setelah Lovina Festival, agenda tahunan yang menjadi salah satu perhelatan budaya terbesar di Buleleng tersebut kini memasuki tahap akhir persiapan.

Hingga Selasa (11/8/2026), kesiapan fisik maupun teknis Bulfest disebut telah mencapai sekitar 95 persen. Sejumlah sarana dan prasarana mulai dipasang sejak 10 Agustus, sementara rangkaian acara hingga pembagian zona festival telah ditetapkan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, S.STP., M.A.P., mengatakan persiapan telah mencakup berbagai kebutuhan, mulai produksi, penataan stan, koordinasi transportasi, keamanan, kebersihan hingga susunan acara.

“Persiapan Bulfest sudah siap kurang lebih 95 persen. Baik dari segi produksi, sejak tanggal 10 kemarin sudah mulai loading sarana prasarana. Run down acara juga sudah ditetapkan dan disetujui Bapak Bupati, termasuk penetapan tenan, koordinasi perhubungan, keamanan, hingga kebersihan,” ujar Putu Ariadi, Selasa (11/8/2026).

Pada pelaksanaan tahun ini, kawasan festival dibagi menjadi tiga zona dengan karakter berbeda. Zona A yang membentang dari Jalan Ngurah Rai hingga Tugu Singa Ambara Raja mengangkat konsep Tempo Dulu.

Selanjutnya, Zona B yang mencakup kawasan Gedung DPRD Buleleng dan RTH Taman Bung Karno diarahkan sebagai ruang bagi sektor modern kreatif. Sedangkan Zona C yang berada di kawasan Catus Pata ditetapkan sebagai pusat kegiatan pelestarian seni dan budaya Bali.

Kawasan Catus Pata bahkan akan menjadi titik utama pertunjukan Bulfest tahun ini. Sejumlah kesenian tradisional akan ditampilkan, termasuk wayang, bondres dan Sekar Jagat.

“Di Catus Pata yang masuk Zona C atau zona budaya, nanti akan ada pagelaran seni budaya seperti Wayang, Bondres, hingga Sekar Jagat yang berhubungan erat dengan budaya Bali,” tambahnya.

Penggunaan Catus Pata sebagai panggung utama membuat pengaturan lalu lintas menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus disiapkan pemerintah. Pasalnya, aktivitas festival akan berdampak langsung terhadap sejumlah ruas jalan utama di pusat Kota Singaraja.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan. Skema tersebut juga disusun dengan pola yang berbeda dibandingkan pelaksanaan Bulfest pada tahun-tahun sebelumnya.

Dishub tidak hanya bertugas mengatur arus kendaraan, tetapi juga memastikan kelancaran lalu lintas sebelum dan selama festival, melakukan pengawalan terhadap tamu undangan dan artis, serta menyiapkan lokasi parkir.

“Bulfest kali ini menggunakan Catus Pata sebagai panggung utama, sehingga ini sangat memengaruhi arus lalu lintas di Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, dan Jalan Ngurah Rai. Skenario kami adalah mengalihkan arus kendaraan, terutama kendaraan besar,” jelas Gede Gunawan.

Sejumlah jalur alternatif telah disiapkan untuk kendaraan yang datang dari arah selatan, timur maupun barat. Pengalihan dilakukan untuk mengurangi beban lalu lintas di sekitar kawasan pusat festival.

Untuk mendukung pengaturan tersebut, Dishub Buleleng akan mengerahkan sedikitnya 100 personel yang ditempatkan di 10 persimpangan. Personel bertugas memberikan edukasi kepada pengguna jalan sekaligus membantu pengawalan dan kelancaran arus lalu lintas.

Sepuluh titik pengawasan yang disiapkan meliputi Tugu Singa, Simpang LP, Simpang TMP, Simpang Parikesit, Simpang Raider, Simpang Catus Pata, Simpang Yudistira Selatan, Simpang Bisma, Simpang Gempol, dan Simpang Kapten Muka.

Petugas akan dibagi dalam dua shift, yakni pukul 07.00–15.00 WITA dan 15.00–23.00 WITA, dengan jumlah personel sekitar 30–40 orang setiap shift.

Pengaturan parkir juga menjadi bagian dari persiapan. Dishub Buleleng menggandeng Desa Adat Buleleng melalui kerja sama yang melibatkan sejumlah banjar adat, antara lain Banjar Adat Banjar Tegal, Delod Peken, Banjar Paketan, Liligundi, Bale Agung, Penataran dan Banjar Petak.

Melalui kerja sama tersebut, Pecalang turut dilibatkan dalam pengaturan parkir dan keamanan selama festival berlangsung.

“Kami ber-MoU dengan Desa Adat Buleleng. Kelihan Desa Adat akan mengoordinir Banjar-banjar untuk membantu kelancaran lalu lintas dan parkir. Pecalang wajib mengatur, mengamankan, dan melancarkan arus, bukan sekadar mengambil retribusi,” tegas Gunawan.

Dari sisi keselamatan, pemerintah juga memastikan akses kendaraan darurat tetap tersedia. Jalur emergency menuju RSU KDH, RSUD Buleleng dan RS Balimed telah dipetakan dari sejumlah arah sehingga mobil ambulans maupun kendaraan darurat lainnya tetap dapat bergerak ketika kawasan pusat kota mengalami pengalihan lalu lintas.

Khusus kendaraan berat seperti truk dan bus, Dishub mengimbau agar tidak melintas menuju wilayah Sambangan. Kendaraan besar yang datang dari arah Gilimanuk akan diarahkan melalui Jalan Dr. Sutomo dan Jalan Ahmad Yani untuk menghindari kawasan padat di pusat Kota Singaraja.

Sementara itu, penutupan jalan secara total direncanakan diberlakukan pada 18 hingga 23 Agustus 2026, bertepatan dengan berlangsungnya rangkaian Bulfest.

Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap masyarakat dapat memahami dan mengikuti seluruh rekayasa lalu lintas yang diberlakukan. Pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat selama salah satu agenda budaya terbesar di Buleleng tersebut berlangsung.

“Pemerintah berharap masyarakat dapat memaklumi pengalihan arus ini demi kesuksesan event budaya tahunan kebanggaan warga Buleleng ini,” tandas Gunawan. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *