BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Dilepas ke Alam Liar, 12 Rusa Timor Kembali Menghuni Hutan Taman Nasional Bali Barat

Rusa
Sebanyak 12 rusa timor atau Menjangan yang di lepasliarkan di TNBB, Rabu (6/8). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Setelah menjalani masa habituasi selama beberapa hari, sebanyak 12 ekor rusa timor (Cervus timorensis), atau yang lebih dikenal dengan nama menjangan, resmi dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB), tepatnya di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Rabu (6/8/2025). Rusa-rusa tersebut terdiri dari enam jantan dan enam betina.

Pelepasliaran ini menjadi bagian dari upaya konservasi berkelanjutan yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), TNBB, serta Bali Zoo selaku lembaga penangkaran.

Menurut Budi Mulyanto, Kepala Sub Direktorat Pengawetan Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan RI, menjangan merupakan salah satu satwa yang dilindungi, kecuali di wilayah Papua. Bahkan, berdasarkan data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), rusa timor masuk dalam kategori spesies rentan dalam daftar merah.

“Berdasarkan hasil penelitian, populasi menjangan di TNBB saat ini diperkirakan mencapai 1.000 ekor. Harapannya populasi ini dapat terus meningkat sehingga status perlindungannya bisa dievaluasi ke depannya. Bila populasi stabil, ada kemungkinan statusnya berubah menjadi tidak dilindungi,” ujar Budi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan menjangan sangat penting bagi keseimbangan ekosistem. Namun, pelestarian tidak cukup dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan harus melibatkan masyarakat secara aktif.

“Konservasi tidak bisa berjalan parsial. Diperlukan kerja sama dan keterlibatan semua pihak,” tegasnya.

Pasca pelepasliaran, BKSDA bersama pihak TNBB akan terus memantau perkembangan adaptasi satwa di alam bebas. Ke-12 menjangan ini sendiri merupakan hasil pengembangbiakan di Bali Zoo, yang saat ini merawat sekitar 70 ekor rusa timor.

Emma Chandra, Head of Public Relations Bali Zoo, menjelaskan bahwa rusa-rusa yang dilepas berusia antara 4 bulan hingga 7 tahun dan telah menjalani masa adaptasi sejak 30 Juli 2025.

“Proses habituasi menjadi jembatan antara penangkaran (ex-situ) dan habitat alaminya (in-situ). Di fase ini, satwa diperkenalkan pada lingkungan alaminya, mulai dari suara hutan, vegetasi, hingga perubahan cuaca,” ungkap Emma.

Rusa-rusa tersebut sebelumnya dirawat secara intensif, mulai dari pemberian pakan alami seperti rumput gajah, daun kaliandra, jagung, hingga tambahan suplemen vitamin dan mineral. Setiap hari, kesehatan mereka juga dipantau oleh tim dokter hewan.

“Kami memastikan satwa yang dilepas dalam kondisi sehat dan mandiri. Ini bagian dari komitmen Bali Zoo sebagai lembaga konservasi aktif,” ujar Emma lagi.

Ia juga menyebutkan bahwa pelepasliaran menjangan ini bukan yang pertama kali dilakukan Bali Zoo. Sebelumnya, mereka juga telah melepasliarkan Owa Jawa di Jawa Barat, landak di Tabanan, dan beberapa rusa di lokasi konservasi lainnya.

“Kami berharap semua langkah ini tidak hanya menjaga populasi satwa liar, tetapi juga menumbuhkan kesadaran publik akan pentingnya keanekaragaman hayati,” pungkasnya. (ndra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *