BULELENG (terasbalinews.com) – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, melakukan perawatan menyeluruh atau overhaul pada salah satu unit mesinnya. Langkah ini dilakukan guna menjaga performa dan keandalan pasokan listrik ke sistem distribusi Bali.
Manajer Teknis PLTU Celukan Bawang, Helmy Rosadi, menjelaskan bahwa kegiatan pemeliharaan tersebut telah terjadwal secara resmi melalui rencana operasi tahunan yang diajukan ke PLN. “Rencana kami melakukan overhaul atau pemeliharaan sebenarnya sudah terjadwal resmi. Jadi sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelumnya,” ungkapnya, Kamis (13/11/2025).
Selama proses overhaul yang berlangsung sekitar satu pekan, dua unit pembangkit lainnya tetap beroperasi untuk menopang sistem kelistrikan Bali. “Pemeliharaan ini dilakukan untuk memastikan kinerja unit tetap optimal, andal, dan efisien dalam mendukung pasokan listrik,” tambah Helmy.
Meski satu unit dihentikan sementara, kondisi kelistrikan Bali dipastikan tetap aman. Helmy menuturkan, PLN telah menyiapkan alternatif pasokan dari pembangkit lain seperti PLTU Gilimanuk yang selalu siaga jika dibutuhkan. “Kami setiap hari melakukan check point dengan PLN untuk membicarakan pola operasi dan kecukupan energi primer seperti batubara dan High Speed Diesel (HSD),” jelasnya.
Data PLN menunjukkan, kapasitas total pembangkit listrik di Bali mencapai 1.518 MW. Energi tersebut berasal dari beberapa sumber, termasuk sistem transmisi Jawa–Bali melalui kabel bawah laut sebesar 270 MW, PLTMG Pesanggaran 528 MW, PLTG Gilimanuk 133 MW, PLTU Pemaron 97 MW, Pembangkit Batam di Pemaron 110 MW, serta PLTU Celukan Bawang yang berkontribusi sekitar 380 MW. Saat ini, beban puncak tertinggi di sistem kelistrikan Bali telah mencapai 1.256 MW. *ndr















