BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Hadapi Puncak Musim Hujan, Pemkab Buleleng Siapkan Posko Terpadu Antisipasi Bencana

whatsapp image 2025 12 15 at 15.55.59
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra (foto/ndr).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan. Selain menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), Pemkab juga akan mendirikan Posko Siaga Terpadu sebagai langkah antisipasi dini.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan skema penanganan darurat, termasuk dukungan anggaran yang dinilai masih memadai. Meski demikian, pihaknya berharap Buleleng terhindar dari bencana besar selama musim penghujan.

Sebagai bentuk respons cepat, posko kesiapsiagaan bencana akan dipusatkan di Terminal Sangket, Penarukan. Posko ini direncanakan mulai beroperasi pada Selasa (16/12/2025) hingga awal Januari 2026, sekaligus untuk mendukung pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Posko tersebut melibatkan unsur lintas sektor, di antaranya BPBD sebagai leading sector, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta dukungan TNI dan Polri. Pemerintah daerah juga menyiagakan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum untuk penanganan darurat di lapangan.

Sutjidra menjelaskan, upaya pencegahan terus dilakukan melalui kegiatan rutin pembersihan daerah aliran sungai, edukasi gotong royong kepada masyarakat, serta pemangkasan pohon rawan tumbang menggunakan armada crane baru.

Evaluasi juga dilakukan terhadap sejumlah titik rawan genangan yang berada di jalur nasional, seperti di Desa Pemuteran, Pemaron, dan simpang Panji. Untuk itu, Pemkab akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan Balai Jalan Nasional guna mengusulkan pembuatan sodetan.

Selain kesiapan infrastruktur, Bupati Sutjidra menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Meski sampah berukuran besar sudah jarang ditemukan di sungai, sampah kecil masih menjadi penyebab utama tersumbatnya drainase. Ke depan, penerapan sanksi denda sesuai peraturan daerah akan ditegakkan untuk memberikan efek jera. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *