BULELENG (terasbalinews.com) – Aksi vandalisme menyasar sejumlah spanduk bertuliskan “Polri Untuk Masyarakat” yang terpasang di sudut-sudut Kota Singaraja. Spanduk tersebut tampak diberi tanda silang menggunakan lakban hitam oleh dua pria yang aksinya terekam dalam sebuah video.
Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @murak.bal, terlihat dua orang berpakaian serba hitam dengan helm menutup kepala, sedang menempelkan tanda silang pada spanduk. Menariknya, dalam salah satu video, aksi itu dilakukan di depan sebuah kendaraan milik polisi.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan aksi vandalisme tersebut.
“Nggeh, benar itu (video) terjadi di Kota Singaraja,” ujarnya melalui WhatsApp, Jumat (29/8/2025).
Diduga, aksi vandalisme ini merupakan bentuk respon atas insiden di Jakarta sehari sebelumnya. Dalam aksi demonstrasi di ibu kota, seorang peserta yang mengenakan atribut angkutan online tewas setelah terlindas kendaraan taktis milik kepolisian.
Terkait hal itu, salah satu anggota komunitas angkutan online di Singaraja, Ketut Suartika, menyampaikan rasa prihatinnya.
“Kami prihatin saja dengan peristiwa itu, kenapa aparat bertindak terlalu represif. Saya lihat juga mobilnya jenis rantis tahan peluru, mestinya lebih bijak berkomunikasi dengan baik,” sesalnya.
Meski demikian, Suartika menegaskan belum ada instruksi dari organisasi pusat untuk menggelar aksi di Buleleng.
“Tidak, tidak akan ada aksi. Cuma penyampaian aspirasi mungkin lewat media ke pusat atau ke Denpasar dulu. Sudah ada imbauan dari pusat untuk ya tenang aja, santai, jangan terlalu gitu ya. Hanya kami diminta agar tenang,” tandasnya. (ndra)















