BADUNG (terasbalinews.com). Komitmen memperkuat pengawasan keimigrasian melalui kolaborasi lintas sektor mengantarkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, meraih penghargaan “Anugerah Figur Akselerator Kemajuan 2026” dalam ajang Anugerah Inovasi dan Kontribusi untuk Bali Nusa Tenggara (detikBali-Nusra Awards 2026).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Grand Ballroom The Trans Resort Bali, Badung, Jumat (3/7), dan dihadiri Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, bersama sejumlah tokoh nasional.
Felucia menerima penghargaan pada subkategori “Pelopor Pengawasan Kolaboratif untuk Pariwisata Bali Berkualitas”, sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam memperkuat pengawasan keimigrasian sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di destinasi wisata internasional tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali dinilai responsif dalam menangani berbagai pelanggaran keimigrasian yang melibatkan warga negara asing (WNA). Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pembentukan “Satgas Dharma Dewata”, satuan tugas yang secara rutin melakukan patroli di kawasan dengan aktivitas WNA yang tinggi di Bali.
Menurut Felucia, pembentukan satuan tugas tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang aman, nyaman, dan tertib.
“Pembentukan Satgas Dharma Dewata merupakan wujud komitmen nyata kami dalam menjaga Bali agar tetap menjadi destinasi internasional yang aman, nyaman, dan tertib. Melalui sinergi antarinstansi dan keterlibatan aktif masyarakat, kami memastikan upaya pengawasan tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, melainkan juga pada langkah-langkah pencegahan yang berkelanjutan,” ujarnya usai menerima penghargaan.
Penghargaan yang diterima Felucia semakin istimewa karena ia berada dalam jajaran penerima penghargaan bersama sejumlah pejabat nasional. Pada kategori yang sama, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menerima penghargaan atas kontribusinya dalam integrasi rantai distribusi pangan di Bali dan Nusa Tenggara, sementara Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono dianugerahi penghargaan sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan dan Transformasi Koperasi.
Keberadaan para menteri sebagai sesama penerima penghargaan menunjukkan bahwa berbagai langkah kolaboratif yang dijalankan Imigrasi Bali dinilai memiliki kontribusi strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya sektor pariwisata.
Selama ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali terus membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pelaku industri pariwisata, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mendeteksi potensi pelanggaran yang melibatkan wisatawan asing sekaligus mempercepat penanganannya.
Pendekatan pengawasan yang mengedepankan sinergi dinilai penting untuk mendukung terwujudnya pariwisata Bali yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.
Melalui berbagai inovasi tersebut, peran Imigrasi di Bali kini tidak lagi sebatas mengawasi lalu lintas keluar-masuk orang asing. Institusi ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga tata kelola pariwisata, menciptakan rasa aman bagi wisatawan, serta mendukung keberlanjutan Bali sebagai destinasi wisata berkelas dunia. (red)















