BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

657 Mahasiswa IAHN Mpu Kuturan KKN di 23 Desa Buleleng, Supriatna Dorong Pembangunan Berbasis Tri Hita Karana

akil Bupati Buleleng Gede Supriatna saat membuka Pembukaan dan Pembekalan KKN Mahasiswa IAHN Mpu Kuturan Singaraja Tahun 2026 di Kampus IAHN Mpu Kuturan, Senin (22/9). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Sebanyak 657 mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja akan menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama dua minggu di 23 desa yang tersebar di Kecamatan Busungbiu dan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Program pengabdian tersebut diharapkan mampu mendukung percepatan pembangunan desa melalui penguatan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan penerapan ilmu pengetahuan berbasis nilai Tri Hita Karana.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, membuka kegiatan Pembukaan dan Pembekalan KKN Mahasiswa IAHN Mpu Kuturan Singaraja Tahun 2026 di kampus IAHN Mpu Kuturan, Senin (22/9). Kegiatan tersebut mengusung tema Akselerasi KKN Berdampak Melalui Pemuliaan Desa Kerthi Bali Sejahtera Berlandaskan Tri Hita Karana.

Dalam kesempatan itu, Supriatna menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika IAHN Mpu Kuturan yang telah menyelenggarakan program KKN dan menugaskan mahasiswa untuk mengabdi di wilayah Kabupaten Buleleng.

Menurutnya, kegiatan KKN memberikan manfaat timbal balik. Masyarakat desa memperoleh dukungan pengetahuan dan keterampilan dari mahasiswa, sementara mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Supriatna menegaskan bahwa KKN merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa dapat membantu pemerintah desa menangani persoalan sesuai kebutuhan dan bidang keilmuan masing-masing.

“Tentunya ini bagi kami di Pemerintah Kabupaten Buleleng sangat membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di beberapa desa atau desa-desa tempat pelaksanaan KKN tersebut. Tentunya sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki atau sesuai jurusan dari mahasiswa yang melakukan KKN di desa-desa tersebut.

Ia berharap kehadiran mahasiswa tidak sekadar menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Supriatna, pemerintah desa dan masyarakat dapat memanfaatkan pelaksanaan KKN sebagai momentum untuk mempercepat pembangunan dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap wilayah.

Lebih lanjut, Supriatna menjelaskan bahwa pembangunan berbasis desa memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan budaya, kearifan lokal, dan berbagai keunggulan yang menjadi karakteristik masing-masing desa.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang memberikan mandat kepada desa untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri.

Supriatna mendorong mahasiswa KKN untuk bekerja sama dengan seluruh komponen desa dalam menggali potensi lokal. Pendekatan akademik dan ilmiah, menurutnya, dapat membantu mahasiswa memahami persoalan sekaligus mengembangkan peluang pembangunan di lingkungan masyarakat.

“Bersama seluruh komponen desa, mahasiswa KKN dapat berperan dalam menggali dan mengembangkan potensi desa untuk mewujudkan tujuan pembangunan desa dengan pendekatan akademik dan ilmiah, mahasiswa KKN dapat masuk pada ruang-ruang desa yang unik dan khas, serta belajar bersama secara langsung dalam kehidupan masyarakat desa,” jelasnya.

Ia menilai interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dari pelaksanaan KKN. Mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan pembangunan di desa.

Wakil Bupati Buleleng itu juga mendorong mahasiswa IAHN Mpu Kuturan untuk mengambil peran dalam berbagai program strategis yang tengah berjalan di desa.

Sejumlah program yang dapat menjadi ruang keterlibatan mahasiswa mencakup pencegahan dan penurunan stunting, percepatan penurunan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan sistem informasi desa.

Selain itu, mahasiswa diharapkan dapat mendukung pengembangan dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa), penyusunan perencanaan pembangunan, pengembangan seni budaya, dan kegiatan kepemudaan.

Supriatna juga menyinggung pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam penyuluhan pencegahan bahaya narkoba serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Melalui pelaksanaan KKN di 23 desa, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap mahasiswa mampu membangun kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan desa yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat penerapan nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan masyarakat. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *