BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

OJK Mantapkan Peran Pasar Modal Jadi Pilar Kemandirian Ekonomi

ojk2
Peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/8/2025). (foto/ist)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

JAKARTA (terasbalinews.com). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya menjadikan pasar modal sebagai pilar utama pembiayaan pembangunan nasional sekaligus penggerak kemandirian dan kedaulatan ekonomi Indonesia. Pesan itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam peringatan 48 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/8/2025).

Mengusung tema “Mewujudkan Ekonomi Mandiri, Berdaulat, dan Maju Bersama”, Mahendra menilai pasar modal berperan strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi yang sepanjang semester I 2025 tumbuh 5,12 persen (yoy).

“Meskipun sempat menghadapi tekanan di awal tahun, pasar modal kita menunjukkan resiliensi dan adaptasi yang kuat,” ujarnya.

Hingga 8 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 6,41 persen menjadi 7.533,39, dengan kapitalisasi pasar naik 9,88 persen ke Rp13.555 triliun. Pasar surat utang juga tumbuh positif, sementara dana hasil penawaran umum mencapai Rp144,78 triliun dari 128 pendaftaran, termasuk 16 emiten baru. Investor pasar modal kini tembus 17,57 juta, mayoritas berusia di bawah 30 tahun.

Pasar modal syariah mencatatkan lonjakan, dengan Indeks Saham Syariah Indonesia naik 17,96 persen dan kapitalisasi mencapai Rp8.485,79 triliun. Di ranah internasional, emiten Indonesia meraih skor tertinggi di ASEAN Corporate Governance Scorecard dan menempatkan empat perusahaan di Top 50 ASEAN.

OJK juga menyoroti kemajuan Bursa Karbon Indonesia yang sejak 2023 mencatat 1,59 juta tCO₂ ekuivalen dalam perdagangan, termasuk perdagangan karbon internasional perdana tahun ini.

Dalam pengembangan pasar, OJK fokus pada tiga pilar: memperbanyak pasokan melalui pencatatan perusahaan potensial, memperluas basis investor domestik, dan memperkuat infrastruktur pasar lewat digitalisasi dan pengawasan terintegrasi. Sejak Agustus 2024, OJK telah menerbitkan 18 regulasi, 8.112 perizinan, serta menjatuhkan 401 sanksi senilai Rp43,12 miliar.

Peringatan kali ini juga diwarnai peluncuran Sekolah Pasar Modal untuk Negeri bagi 30.000 mahasiswa, program literasi di kampus, serta Capital Market Run. Mahendra mengajak semua pihak bersinergi menciptakan pasar modal inklusif, tangguh, dan berdaya saing global demi kedaulatan ekonomi nasional. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *