BULELENG (terasbalinews.com) — Dalam upaya memperkuat sistem pengelolaan data sektoral, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng menggelar Workshop Pembinaan Statistik Sektoral BIMA SAKTI (Bimbingan Marathon Masyarakat Statistik) di Hotel Banyualit Spa & Resort, Lovina, Kamis (16/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan perangkat daerah dalam pengumpulan dan pengelolaan data yang terintegrasi dan efisien.
Kepala BPS Buleleng, Made Bimbo Abdi Suardika, menegaskan pentingnya pembinaan ini untuk membangkitkan kembali semangat produksi data di setiap OPD.
“Produksi data di tingkat OPD harus semakin ditingkatkan. Sekarang target nasional adalah pertumbuhan ekonomi 8 persen, dan monitoring dilakukan setiap bulan. Artinya, data yang dibutuhkan harus cepat, lengkap, dan akurat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyusunan metadata merupakan langkah penting untuk mengefektifkan kegiatan statistik sektoral.
“Metadata menjelaskan secara terstruktur arti dari setiap data yang dikumpulkan. Dengan metadata, OPD tahu siapa yang memproduksi data apa, sehingga tidak terjadi duplikasi dan anggaran lebih efisien,” tambahnya.
Bimbo juga menyoroti Indeks Pembangunan Statistik (IPS) sebagai indikator kematangan penyelenggaraan statistik sektoral.
“Tahun 2024, IPS Kabupaten Buleleng mencapai 2,62 dan masuk kategori baik. Dua OPD yang mewakili Buleleng di tingkat provinsi adalah Dinas Dukcapil dan Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, BPS Buleleng memberikan penghargaan kepada OPD yang konsisten dan cepat dalam penyediaan data untuk publikasi Buleleng Dalam Angka, yaitu Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Ketapang), dan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi dan UKM (DisdagperinkopUKM). *ndr















