BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Perumda Swatantra Amankan Rantai Pasok, Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Imbas Program MBG di Buleleng

whatsapp image 2026 03 30 at 15.49.54 (1)
Direktur Utama (Dirut) Perumda Swatantra Buleleng, I Gede Bobi Suryanto. (foto/ndr).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) — Rencana pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait potensi lonjakan harga bahan kebutuhan pokok (bapok). Menanggapi hal tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Swatantra memastikan telah menyiapkan langkah strategis guna menjaga stabilitas pasokan pangan di Kabupaten Buleleng.

Direktur Perumda Swatantra, Gede Boby Suryanto, menyatakan bahwa kekhawatiran masyarakat merupakan hal yang wajar, terutama di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu.

“Kecemasan ini bukan hanya dirasakan masyarakat, kami selaku pengusaha daerah juga merasakannya. Ditambah lagi dengan isu kelangkaan dan kenaikan harga BBM yang sangat berpengaruh pada biaya produksi. Sebagai antisipasi, kami fokus pada pengamanan supply chain agar barang tetap tersedia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga komoditas saat ini sulit dihindari, khususnya untuk produk impor seperti beras, gula pasir, dan bawang putih, serta produk dalam kemasan. Menurutnya, rata-rata kenaikan harga pada komoditas tersebut telah mencapai 10 hingga 20 persen.

Sebagai contoh, harga minyak goreng mengalami kenaikan dari Rp180.000 per karton (isi 12 botol) pada Januari menjadi Rp192.000. Kenaikan tersebut membuat harga pokok pembelian per liter naik dari Rp16.750 menjadi Rp17.700.

Lebih lanjut, Boby mengungkapkan bahwa tantangan ketersediaan pangan diprediksi akan semakin meningkat seiring mulai beroperasinya Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) sebagai pelaksana program MBG di daerah.

“Saat ini Perumda Swatantra sudah melayani pasokan untuk 18 SPPG di Buleleng, dari total 56 SPPG yang direncanakan. Jika semuanya beroperasi, tentu akan terjadi peningkatan serapan pangan yang signifikan dan berdampak pada ketersediaan stok di pasar,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi inflasi, Perumda Swatantra telah melakukan sejumlah intervensi, salah satunya menjaga stabilitas harga telur ayam ras melalui penyediaan pakan jagung murah bagi peternak lokal.

“Kami menyuplai jagung dengan harga maksimal Rp7.000 per kilogram, sehingga peternak bisa menjaga harga telur tetap stabil di kisaran Rp48.000 hingga Rp52.000 per tray, tergantung ukuran,” terangnya.

Selain itu, upaya penguatan pasokan juga dilakukan melalui kerja sama antar daerah dengan sejumlah kabupaten di Bali, seperti Jembrana, Tabanan, dan Badung.

Boby memastikan, dalam jangka pendek pasokan pangan di Buleleng masih dalam kondisi aman.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, untuk dua hingga tiga bulan ke depan pasokan masih aman dan terkendali. Namun, yang perlu diwaspadai adalah bulan keempat dan seterusnya, terutama jika terjadi gejolak harga BBM bersubsidi. Jika itu terjadi, kami akan melakukan evaluasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah,” pungkasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *