BADUNG (terasbalinews.com). Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., hadir membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 Universitas Udayana, Selasa (12/8/2025). Di hadapan ribuan mahasiswa baru, ia menegaskan pentingnya menghindari kekerasan, perundungan (bullying), judi online, dan penyalahgunaan narkoba.
“Perlakuan tidak manusiawi dan tidak mendidik harus dihindari. Saat ini ada kecenderungan kekerasan verbal maupun fisik yang perlu diwaspadai, termasuk judi online dan narkoba. Mahasiswa adalah penerus estafet pembangunan, mentalnya harus kuat,” tegas Prof. Fauzan.
Rektor Unud, Prof. Dr. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menambahkan bahwa kampus telah membentuk unit Pusat Pencegahan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPK PT) untuk memberikan edukasi terkait bullying, kekerasan seksual, dan bela negara. Ia menegaskan PKKMB Unud berlangsung tanpa kekerasan, perploncoan, dan diskriminasi.
PKKMB 2025 mengusung konsep humanis dan inklusif, dengan rangkaian kegiatan mulai dari Temu Pangus, Capacity Building, Mentoring, hingga tur virtual kampus. Salah satu sesi unggulan adalah “Suara Ksatria” — orasi mahasiswa baru terpilih dari 13 fakultas yang menyuarakan komitmen dan kontribusi sesuai bidang ilmu masing-masing.
Ketua Panitia Mahasiswa PKKMB, I Ketut Indra Adiyasa, menegaskan bahwa budaya perpeloncoan sudah dihapus sejak 2022. “Semua proses transparan, dengan pengawasan dosen, DPM, dan rektorat,” ujarnya.
Sementara Ketua Panitia Dosen, Dr. I Nyoman Bagiastra, S.H., M.H., menyebut tema besar PKKMB tahun ini adalah resiliensi.
“Mahasiswa harus menjadi ksatria sejati yang mampu beradaptasi, bangkit dari tekanan, dan memiliki ketahanan mental dalam menghadapi kehidupan kampus dan realitas sosial,” jelasnya.
PKKMB menjadi gerbang awal mahasiswa baru mengenal nilai Tridharma Perguruan Tinggi, etika akademik, literasi digital, kewirausahaan, hingga keterampilan abad 21, agar siap menjadi generasi unggul, tangguh, dan berakhlak mulia. (red)












