BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

PLN Bali Edukasi Keselamatan Ketenagalistrikan kepada 100 Anak di Gerokgak

Muzzaki YBM PLN sekaligus Team Leader Keselamatan, kesehatan Kerja dan Keamanan PLN ULP Singaraja , I Bagus Raka Dirgayusa (kanan) saat menyampaikan edukasi keselamatan ketenagalistirkan di sela kegiatan YBM PLN di Masjid Jamik Nurul Iman Gondol. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Utara terus memperkuat budaya keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada anak-anak sejak usia dini agar memahami pentingnya menggunakan listrik secara aman dan menghindari aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun mengganggu keandalan pasokan listrik.

Edukasi tersebut diberikan kepada 100 anak yatim penerima manfaat Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dalam rangka penyaluran santunan Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Jamik Nurul Falah Yehbiyu dan Masjid Jamik Nurul Iman Gondol, Kecamatan Gerokgak, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gerokgak serta pengurus Masjid Jamik Nurul Falah Yehbiyu, Masjid Besar Taufiq Hidayah Gerokgak, dan Masjid Jamik Nurul Iman Gondol.

Manager PLN UP3 Bali Utara mengatakan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada anak-anak merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya sadar keselamatan di masyarakat. Menurutnya, anak-anak tidak hanya mampu melindungi diri sendiri dari bahaya listrik, tetapi juga dapat menjadi penyampai informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

“Momentum Muharram menjadi kesempatan yang baik untuk tidak hanya berbagi kebahagiaan, tetapi juga menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi masa depan anak-anak. Kami berharap mereka memahami bahwa listrik harus dimanfaatkan secara aman serta mampu menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun mengganggu keandalan jaringan listrik,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta yang sebagian besar merupakan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) diajak mengenali berbagai potensi bahaya listrik yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu materi yang disampaikan adalah larangan bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik. Anak-anak diimbau memilih lokasi bermain yang aman guna menghindari risiko tersengat listrik sekaligus mencegah gangguan pasokan listrik kepada masyarakat.

Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Keamanan (K3K) PLN ULP Singaraja, I Bagus Raka Dirgayusa, menjelaskan bahwa membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Ketika anak-anak memahami bahaya listrik dan pentingnya menjaga jaringan listrik, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan sekaligus ikut menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk melaporkan apabila menemukan potensi bahaya maupun gangguan pada jaringan listrik. Menurutnya, pelaporan yang cepat menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan sekaligus menjaga keandalan layanan kelistrikan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti materi yang diberikan. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta berbagi pengalaman mengenai penggunaan listrik yang aman di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Petugas Kantor Urusan Agama Kecamatan Gerokgak sekaligus Pengurus Masjid Jamik Nurul Iman Gondol, Nur Ma’arif, mengapresiasi langkah PLN yang memadukan kegiatan sosial dengan edukasi keselamatan.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena anak-anak tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang sangat bermanfaat. Edukasi seperti ini penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap keselamatan sejak dini sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang peserta penerima manfaat YBM PLN, Muhammad Fatih, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai penggunaan listrik yang aman.

“Saya jadi tahu kalau bermain layang-layang tidak boleh dekat kabel listrik karena berbahaya. Saya juga akan mengingatkan teman-teman supaya bermain di tempat yang aman,” katanya.

Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, PLN berharap budaya keselamatan ketenagalistrikan semakin tertanam di tengah masyarakat. Dimulai dari anak-anak, kesadaran menggunakan listrik secara aman diharapkan tumbuh di lingkungan keluarga dan mampu mendukung terciptanya pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *