BULELENG (terasbalinews.com) – Terobosan baru dilakukan RSUD Buleleng demi meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien dalam kondisi kritis. Kini, layanan Hemodialisa atau cuci darah bisa dilakukan langsung di ruang ICU (Intensive Care Unit). Inovasi ini mulai diterapkan sejak Juli 2025.
Selama ini, pasien gagal ginjal yang dirawat di ICU dan membutuhkan cuci darah harus dipindahkan ke ruang Hemodialisa umum. Namun, proses tersebut penuh risiko, apalagi jika pasien dalam kondisi tidak stabil atau tergantung pada ventilator.
“Setelah tersedia layanan Hemodialisa di ruang ICU, pasien yang menggunakan ventilator atau dalam kondisi tidak stabil tidak perlu lagi dipindahkan ke ruang cuci darah umum. Ini sangat penting untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul selama proses pemindahan,” jelas Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD, Rabu (9/7).
Sebelumnya, proses pemindahan membutuhkan penyesuaian ventilator secara manual selama 3 hingga 4 jam, yang tentu menyulitkan tim medis dan membahayakan pasien. Dengan hadirnya mesin cuci darah langsung di ICU, prosedur menjadi lebih aman, efisien, dan menyesuaikan kondisi klinis pasien.
Fasilitas ini juga dilengkapi sistem pendukung yang memadai, seperti instalasi air bersih khusus dan pengelolaan limbah medis yang sesuai standar operasional prosedur (SOP). dr. Arya menyebutkan bahwa layanan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan angka kesembuhan pasien.
“Kami berharap mampu memberikan harapan sembuh yang lebih besar kepada pasien,” imbuhnya. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya secara rutin melayani 50–60 pasien Hemodialisa setiap harinya dari total 270 pasien terdaftar.
Ke depan, RSUD Buleleng juga menargetkan pengadaan alat MRI (Magnetic Resonance Imaging) agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke Denpasar untuk pemeriksaan lanjutan.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen RSUD Buleleng untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih lengkap, aman, dan dekat dengan masyarakat. Ndra














