BULELENG (terasbalinews.com) – Polres Buleleng angkat bicara menanggapi unggahan di media sosial yang menyebut anggota Buser mereka kabur tunggang-langgang saat melakukan operasi di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar. Postingan yang menyinggung soal keberanian aparat tersebut memicu kehebohan publik karena menarasikan seolah-olah Buser Polres Buleleng tidak profesional dan lemah dalam menangani kasus.
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, menegaskan bahwa informasi tersebut keliru dan tidak merujuk pada anggota polisi.
“Itu bukan Buser Polres Buleleng. Organisasinya memang memakai kata ‘Buser’, tapi mereka bukan polisi. Buser Polres Buleleng bernyali semua,” tegas IPTU Yohana pada Rabu (3/12/2025).
Berdasarkan penelusuran lapangan, kejadian sebenarnya melibatkan kelompok yang mengatasnamakan diri Buser Rentcar Nasional (BRN), sekitar 15 orang, yang datang ke Sidatapa untuk mencari mobil terkait dugaan penggelapan. Kehadiran rombongan dalam jumlah besar memicu kesalahpahaman warga hingga berujung pengeroyokan. Untuk menghindari bentrokan fisik, kelompok tersebut melarikan diri keluar desa dan kemudian melaporkan insiden tersebut ke Polres Buleleng.
“Begitu ada laporan, Sat Reskrim bersama tim Goak Poleng, Buser Polres Buleleng yang asli langsung bergerak menuju lokasi dimaksud. Dan berhasil menyita satu unit mobil Expander hitam sebagai barang bukti sesuai surat perintah penyitaan,” ungkap IPTU Yohana.
Terkait postingan viral itu, Yohana menilai media sosial kerap menjadi sarana membangun opini tanpa dasar dan merugikan banyak pihak.
“Akun yang memposting diduga palsu dengan membuat narasi framing. Poin terpentingnya, fakta sudah kami paparkan dan mobil sudah kami amankan,” tegasnya.
IPTU Yohana mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati dalam menerima informasi di dunia maya.
“Kami berharap masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi dan memverifikasi kebenarannya sebelum menyebarkan kembali ke media sosial guna mencegah kesalahpahaman yang meresahkan publik,” tandasnya. *ndr















