BULELENG (terasbalinews.com) – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng mencatat masih terdapat 20 titik wilayah dengan kondisi sinyal internet lemah hingga blankspot yang tersebar di tujuh kecamatan. Mayoritas lokasi tersebut berada di kawasan dengan topografi curam dan sulit dijangkau jaringan telekomunikasi.
Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Made Suharta S, Kom MAP, menyampaikan bahwa data titik-titik blankspot tersebut telah divalidasi dan diusulkan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Jadi masih sisa 20 titik blankspot di Kabupaten Buleleng. Datanya sudah kita kirim. Nantinya, Kementerian Komdigi yang akan mengakomodir penanganan kawasan yang blankspot atau kawasannya memiliki signal internet masih lemah itu,” ungkap Made Suharta saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/12).
Ia menjelaskan, dari total 46 titik permasalahan sinyal lemah dan blankspot yang diusulkan pada tahun-tahun sebelumnya, sebanyak 26 titik telah berhasil ditangani hingga tahun 2025. Sisanya masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat.
Adapun sebaran wilayah yang masih mengalami gangguan sinyal meliputi Desa Banyupoh, Sumberklampok, dan Patas di Kecamatan Gerokgak; Desa Pedawa dan Tigawasa di Kecamatan Banjar; Desa Sepang Kelod di Kecamatan Busungbiu; Desa Nagasepaha di Kecamatan Buleleng; Desa Pegadungan di Kecamatan Sukasada; serta Desa Sudaji di Kecamatan Sawan dan Desa Julah di Kecamatan Tejakula.
Made Suharta menambahkan, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa faktor geografis menjadi kendala utama. “Hasil monitoring tim di lapangan, kondisi topografinya berada pada titik curam sehingga berakibat kawasan itu blankspot alias signal internetnya sangat lemah. Meski begitu, kita upayakan maksimal supaya nantinya usulan tersebut bisa gol dengan pendirian tower oleh Kementerian Komdigi,” tandasnya.
Pemerintah daerah berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan guna memperluas akses internet dan mendukung pemerataan layanan digital di seluruh wilayah Buleleng. *ndr














