BULELENG (terasbalinews.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng mulai memetakan potensi atlet masa depan melalui kegiatan talent scouting yang digelar di GOR Futsal FOK Undiksha Singaraja, Minggu (5/4/2026).
Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi KONI Buleleng dengan GSC FOK Undiksha ini diikuti sebanyak 465 atlet muda dari 48 cabang olahraga. Program tersebut menjadi langkah awal dalam menjaring atlet potensial untuk dibina secara berkelanjutan.
Wakil Ketua II KONI Buleleng, I Ketut Iwan Swadesi, menjelaskan bahwa tes ini dirancang untuk melihat potensi atlet dalam jangka waktu lima hingga enam tahun ke depan. Penilaian dilakukan melalui pengukuran kondisi dasar fisik yang menjadi fondasi performa atlet.
“Dari hasil tes ini akan terlihat potensi atlet berdasarkan aspek antropometri, fisiologi, dan anatomi tubuh. Nantinya akan diklasifikasikan menjadi kategori potensial, kurang potensial, maupun tidak potensial,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta menjalani 11 jenis pengujian, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, tinggi dan berat badan, hingga tes kemampuan fisik seperti vertical jump, agility run, sprint 40 meter, dan multistage fitness test (MFT). Rangkaian ini digunakan untuk mengukur kekuatan, kecepatan, serta daya tahan atlet.
Data hasil tes nantinya menjadi acuan dalam menentukan arah pembinaan awal. Atlet yang dinilai memiliki potensi akan mendapatkan perhatian khusus untuk dikembangkan sesuai cabang olahraga masing-masing.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam menyiapkan atlet unggulan daerah.
“Melalui tes ini akan terlihat klasifikasi atlet, mulai dari yang memiliki bakat tinggi, sedang, hingga yang belum menonjol. Ke depan, mereka yang potensial akan mendapatkan pendampingan dan prioritas pembinaan,” jelasnya.
Ia menegaskan, KONI Buleleng akan terus memperkuat sistem pembinaan jangka panjang guna mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing di berbagai ajang kompetisi serta membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi. *ndr















