BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Gelak Tawa Warnai Singaraja! Gerak Jalan Kocak Ramaikan HUT RI ke-80

gjkocak
Para peserta gerak jalan kocak dan riasan wajah mencolok dalam Lomba Gerak Jalan Kocak di Singaraja, Kamis (7/8). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Gelak tawa dan semangat kemerdekaan mewarnai suasana  di kawasan Taman Kota Singaraja, Kamis  (7/8). Ribuan pasang mata menyaksikan kemeriahan Gerak Jalan Kocak yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, ini sukses menyedot perhatian warga. Sebanyak 13 regu peserta dari berbagai instansi, komunitas, hingga kelompok masyarakat menampilkan atraksi penuh kreativitas, humor, dan kekompakan. Mereka hadir dengan kostum nyentrik, aksi teatrikal, dan yel-yel kocak yang membuat penonton tak berhenti tertawa.

Plt. Kepala Disdikpora Buleleng sekaligus Ketua Panitia, Dewa Made Sudiarta, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi tema nasional HUT RI ke-80 tahun ini: “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Tak hanya sekadar lomba, kegiatan ini juga menjadi pesta rakyat yang menyatukan keberagaman ide dan ekspresi warga.

“Ajang ini tak sekadar lomba melainkan pesta rakyat yang menyatukan kreativitas dan kekompakan dalam bingkai kebangsaan,” ujarnya.

Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 45.500.000 dan rute lomba dirancang strategis melewati titik-titik display menarik: start dari Air Mancur Taman Kota Singaraja, melintasi Jalan Pramuka, Gedung Pramuka, Jalan Diponegoro, Jalan Erlangga, dan finish di Eks Pelabuhan Buleleng.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari regu Taruna Ayu Laksana, yang membawakan tema unik bertema “memedi” atau orang-orangan sawah. Menurut koordinatornya, Gede Arya Septiawan, konsep mereka terinspirasi dari budaya kerakyatan Banjar Paketan.

“Kami baru ikut tahun ini setelah 25 tahun vakum, dan kostum kami buat dari pelepah pisang kering,” ungkapnya sambil tersenyum.

Di sepanjang jalur lomba, warga Buleleng memadati sisi jalan, memberi semangat sambil merekam penampilan unik para peserta. Kemeriahan begitu terasa, menjadi momen tahunan yang ditunggu-tunggu masyarakat.

Putu Cahya Diasa, salah satu penonton yang hadir sejak pagi, mengaku sengaja datang karena ingin menyaksikan langsung atraksi kocak yang ditampilkan.

“Gerak jalan kocak ini kan diadakan setiap tahun, jadi saya mau nonton pertunjukannya apalagi yang aneh dan lucu-lucu secara langsung,” tutupnya dengan semangat. (ndra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *