BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Golkar Buleleng Gelar Pasar Murah, Warga Antusias Sambut Inisiatif IGK Kresna Budi

img 20250817 wa0049
Warga Buleleng antusias membeli kebutuhan pokok dengan harga murah saat kegiatan pasar murah yang digelar DPD Partai Golkar Buleleng dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Minggu (17/8). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Ratusan warga memadati kegiatan pasar murah yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Buleleng. Program ini disambut antusias karena menyediakan kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih murah dari pasaran.

Ketua DPD Golkar Buleleng, IGK Kresna Budi, mengaku sangat bangga melihat sambutan masyarakat. “Artinya kami sangat bangga dan berbahagia, antusiasme masyarakat sangat bagus,” ucapnya. Ia juga menyebut, banyak warga berharap agar pasar murah semacam ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun.

Sebagai anggota DPRD Bali, Kresna Budi menegaskan kegiatan ini menjadi bukti nyata kedekatan partai dengan masyarakat. “Bagus juga untuk mendekatkan diri bahwa partai itu dekat dengan masyarakat juga,” ujarnya.

Menurutnya, ide penyelenggaraan pasar murah muncul secara spontan, namun berhasil diwujudkan berkat semangat kebersamaan di internal Golkar. “Inilah dinamika di Golkar bagaimana semuanya mempunyai pandangan, ternyata kita wujudkan pada hari ini, astungkara dapat antusiasme dari masyarakat,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, DPD Golkar Buleleng menyiapkan 1.000 paket sembako dengan harga bersubsidi. Misalnya, beras 5 kilogram dijual Rp50.000, jauh di bawah harga normal. Komoditas lain juga dilepas dengan harga terjangkau: gula dan minyak goreng Rp10.000, serta telur Rp1.000 per butir. “Ini ada 1.000 paket, ya kan. Harga beras kan sekarang kan mahal, kita jual Rp50.000 untuk berasnya kan 5 kilo,” paparnya.

Menariknya, angka harga tersebut juga disesuaikan dengan momentum Hari Proklamasi. “Jadi untuk gulanya kita jual Rp10.000, minyaknya Rp10.000, telurnya seribu rupiah per butir, sepuluh ribu juga, sesuai dengan hari proklamasi kita juga,” tambah Kresna Budi.

Meski sukses, ia tak menutup mata bahwa animo warga membuat situasi agak membludak. “Evaluasi mungkin kita pakai jalur supaya tidak membludak sekali, berebut. Jadi lebih teratur lah yang akan kita lakukan evaluasi itu,” pungkasnya. (ndra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *