BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali memperkuat perhatian terhadap keluarga besar veteran dan pejuang kemerdekaan. Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra bertemu langsung dengan para veteran serta keluarga pejuang di Taman Makam Pahlawan (TMP) Qurastana, Singaraja, Jumat (14/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Veteran Nasional ke-77. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk mengenang kembali pengorbanan para pejuang yang telah berkontribusi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sutjidra menegaskan, kehidupan masyarakat yang dapat menikmati kemerdekaan saat ini tidak terlepas dari perjuangan generasi terdahulu. Para pejuang, kata dia, telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta benda bahkan jiwa dan masa depan demi mempertahankan kedaulatan bangsa.
“Pertemuan ini mengingatkan kita bahwa perjalanan bangsa Indonesia tidak pernah terlepas dari perjuangan para putra-putri terbaik bangsa. Seperti pesan Bung Karno, Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” ujar Sutjidra.
Menurutnya, semangat perjuangan tersebut tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Nilai-nilai seperti disiplin, persatuan, gotong royong, pantang menyerah dan kecintaan terhadap tanah air perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.
Sutjidra menilai tantangan yang dihadapi generasi saat ini memiliki bentuk berbeda dengan perjuangan pada masa lalu. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk mengusir penjajah, saat ini masyarakat memiliki tugas untuk mempersiapkan generasi penerus agar mampu menghadapi perubahan zaman.
“Kalau dulu perjuangan dilakukan untuk melawan dan mengusir penjajah, sekarang perjuangan kita jauh lebih berat. Tugas kita adalah membina anak-anak kita dan mempersiapkan masa depan mereka agar menjadi lebih baik,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Buleleng juga memberikan bantuan sosial berupa 32 paket sembako kepada veteran dan keluarga pejuang. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah sekaligus penghargaan terhadap jasa dan pengabdian yang telah diberikan kepada bangsa dan negara.
Sutjidra menegaskan, perhatian kepada veteran tidak semestinya hanya dilakukan ketika momentum peringatan tertentu. Menurutnya, penghormatan terhadap jasa para pejuang perlu diwujudkan melalui kepedulian yang berkelanjutan.
“Penghargaan kepada para pejuang tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Harus diwujudkan melalui kepedulian yang berkelanjutan, baik dalam bentuk pelayanan, perhatian sosial maupun penghormatan atas jasa-jasa yang telah diberikan,” ungkapnya.
Pemkab Buleleng juga memandang para veteran dan keluarga pejuang memiliki pengalaman serta nilai-nilai kehidupan yang penting untuk diwariskan. Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda sekaligus masukan dalam pembangunan daerah.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dengan keluarga besar veteran dan pejuang kemerdekaan. Hubungan tersebut diharapkan tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai sejarah dalam kehidupan masyarakat.
Melalui momentum Hari Veteran Nasional ke-77, Sutjidra mengajak masyarakat Buleleng, khususnya generasi muda, untuk tidak melupakan sejarah. Semangat perjuangan para pendahulu diharapkan terus menjadi inspirasi dalam mengisi kemerdekaan melalui karya dan kontribusi positif.
“Semoga semangat juang para veteran tidak pernah padam dan terus ditanamkan dalam hati setiap anak bangsa,” pungkasnya. *ndr














