BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Bulfest 2025: Perpaduan Budaya, Ekonomi Kreatif, dan Komitmen Lingkungan

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra dan Kadis Kominfosanti Ketut Suwarmawan. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Buleleng Festival (Bulfest) 2025 resmi digelar dengan konsep yang lebih segar. Tahun ini, festival tidak hanya menampilkan seni budaya, tetapi juga mengintegrasikan pemberdayaan UMKM, inovasi digital, serta pembangunan ramah lingkungan.

Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, menjelaskan hal tersebut dalam Dialog Interaktif bertajuk “Buleleng Festival Pacu Digitalisasi, Ekonomi Kreatif, dan Pelestarian Budaya” di RTH Rumah Jabatan Bupati, area Buleleng Digital Expo (BDE), Rabu (20/8).

“Buleleng Festival ini merupakan festival ikon Kabupaten Buleleng, yang mampu menggali potensi seni, budaya, dan mendorong geliat UMKM,” ungkap Sutjidra.

Festival juga menegaskan kepedulian terhadap lingkungan. Panggung utama Topeng Rama dan Laksamana dibangun dari hasil olahan 1,7 ton sampah plastik. Sebanyak 130 relawan Green Force dikerahkan untuk menjaga kebersihan.

“Sampah organik diproses di TPS 3R Jagaraga, sementara plastik dibawa ke BSI Banyuning. Ini wujud komitmen kita membangun Buleleng Era Baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Sutjidra.

Dari sisi digitalisasi, Kepala Dinas Kominfosanti Ketut Suwarmawan menuturkan bahwa Buleleng Digital Expo memberi ruang bagi sekolah berbasis teknologi, pelajar SMA/SMK, dan komunitas lokal untuk menunjukkan inovasi. Hal ini diharapkan dapat mendorong generasi muda semakin aktif di bidang digital.

Sementara itu, Kepala Dinas Dagperinkop UMKM mengungkapkan, dalam dua hari pelaksanaan Bulfest, transaksi UMKM sudah hampir menembus Rp850 juta. Produk kuliner, kerajinan, dan kriya yang dipamerkan merupakan hasil kurasi dari pelaku lokal. Selain penjualan, pemerintah daerah juga memberi dukungan digitalisasi, mulai dari layanan kemasan, pemasaran online, hingga pembinaan berkelanjutan.

Bulfest 2025 pun hadir sebagai ajang yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menumbuhkan ekonomi kreatif, mengembangkan digitalisasi, dan memperkuat komitmen terhadap kelestarian lingkungan. (ndra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *