BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Selalu Hadir untuk Warga, Made Suarsana Tegaskan Anggota DPRD Kabupaten Harus Siap 24 Jam

img 20250907 wa0055
Made Suarsana Mengunjungi warga yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Buleleng. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Menjadi anggota DPRD kabupaten bukan sekadar duduk di kantor dan mengikuti rapat. Hal itu disampaikan Made Suarsana, S.Sos. yang akrab di sapa Dek ion anggota DPRD Buleleng dari Fraksi Golkar, menegaskan wakil rakyat di tingkat daerah terutama kabupaten justru menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat.

“Kalau dibilang berat, enggak juga. Cuman, saya kan harus sampaikan secara utuh informasi ini. Kami ini berada di garda terdepan dalam keseharian yang dinilai dan bersentuhan langsung dengan mayarakat,” ujar Suarsana, Minggu (7/9/2025).

Menurutnya, peran anggota DPRD kabupaten jauh lebih dekat dengan masyarakat dibandingkan dewan di provinsi maupun pusat. Sebab, hampir seluruh waktu mereka habiskan di tengah warga. “Kita sebagai anggota DPRD kabupaten, tinggalnya itu kan selalu di rumah ya. Kalau enggak ke kantor, ya di rumah, dan lebih sering juga kita berada di tengah-tengah masyarakat,” imbuh Suarsana.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat dirinya harus selalu siaga kapan pun dibutuhkan masyarakat. “Anytime ya, kapan pun masyarakat butuh, mereka bisa datang. Ya kalau kita ngomong agak sombong sedikit, nyaris 24 jam,” selorohnya.

Pintu Rumah Terbuka untuk 21 Desa
Sebagai wakil rakyat dari Dapil Seririt, Suarsana menyatakan rumahnya selalu terbuka untuk warga dari 21 desa tanpa perlu ada janji bertemu sebelumnya. Bila dirinya sedang tidak berada di tempat, keluarganya akan menerima pesan untuk kemudian ia tindaklanjuti. Karena itu, pintu rumahnya tidak benar- benar tertutup karena acap kali masyarakat datang dengan berbagai keperluan nyaris disemua waktu.
Beragam persoalan kerap ia terima, mulai dari pelayanan publik, masalah sosial, hingga persoalan pribadi warganya.

“Kesehatan itu paling banyak. Yang tidak punya KIS (Kartu Indonesia Sehat) begitu, atau ada keluarganya yang dirawat di rumah sakit merasa kurang mendapatkan pelayanan yang maksimal,” tuturnya.

Sebagai anggota dewan, ia berusaha membantu sesuai kewenangannya dengan berkoordinasi bersama pihak terkait. Bahkan, tak jarang ia ikut membantu kebutuhan dasar warga yang tengah kesulitan. “Ya mau tidak mau, kita juga dengan kemampuan seadanya itu berusaha untuk meringankan bebannya, mungkin sekadar untuk beli makan, beli minum, begitu,” katanya.

Suarsana mengakui, tantangan terberat bukan di kantor, melainkan saat berhadapan langsung dengan masyarakat. Terkadang ada perbedaan pemahaman dan harapan warga kerap menimbulkan situasi sulit. Selain membutuhkan sumber daya maksimal ketahanan fisik juga kadag diuji ketika masyarakat datang membutuhkan kehadiran dirinya selaku anggota dewan.

“Kita agak susah juga memberikan pemahaman bagaimana supaya mereka itu sadar dan tahu bahwa tidak semua keinginan atau kebutuhan mereka itu bisa kita penuhi,” jelasnya.

Meski begitu, ia menegaskan tidak akan menolong warga dengan cara menabrak aturan. Namun, jika ada hak masyarakat yang terabaikan, ia akan

memperjuangkannya semaksimal mungkin. “Itu saya perjuangkan dan akhirnya dengan koordinasi dan komunikasi yang baik dengan pihak sekolah, bisa masuk. Ya dan mereka senang, saya bahagia,” pungkasnya. (ndr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *