BULELENG (terasbalinews.com) – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja menutup tahun 2025 dengan deretan capaian yang menonjol.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja Anak Agung Gde Kusuma Putra mengatakan, berdasarkan rekapitulasi kinerja hingga 24 Desember 2025, instansi ini tidak hanya melampaui target penerimaan negara, tetapi juga memperkuat layanan, pengawasan, serta kontribusi sosial di wilayah kerja Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Karangasem.
“PNBP Melonjak, Anggaran Dikelola Efisien Capaian paling signifikan terlihat pada Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dari target Rp12.048.150.000, realisasi menembus Rp30.560.976.000 atau setara 253,66 persen, ” ujar Kusuma Putra, Rabu (24/12/2025).
Ia menambahkan, kinerja ini sejalan dengan pengelolaan anggaran yang hampir sempurna, di mana realisasi DIPA 2025 mencapai 99,67 persen atau Rp12.290.360.140 dari pagu Rp12.330.832.000. Atas performa tersebut, Imigrasi Singaraja meraih peringkat X Best Performance kategori Pagu DIPA Kelolaan Sedang dari KPPN Singaraja.
“Sepanjang 2025, Imigrasi Singaraja menerbitkan 13.473 paspor. Permohonan didominasi kebutuhan wisata (4.442), bekerja formal (3.791), serta pendidikan atau belajar (2.896),” ucapanya.
Menurut Agung Kusuma Putra, minat masyarakat terhadap paspor elektronik juga terus meningkat, tercermin dari 9.368 e-paspor yang diterbitkan.
Di sisi pengawasan, upaya pencegahan PMI Non-Prosedural diperketat dengan pembatalan 540 permohonan paspor, termasuk 13 kasus dugaan PMI Non-Prosedural dan 70 kasus duplikasi.
“Pelayanan keimigrasian bagi WNA mencakup 3.960 layanan Visa on Arrival (VoA), 2.666 Izin Tinggal Kunjungan (ITK), 558 Izin Tinggal Terbatas (ITAS), dan 97 Izin Tinggal Tetap (ITAP),” imbuh dia.
Sementara itu, perlintasan di TPI Celukan Bawang dan Padangbai tercatat padat dengan total 44.443 pelintas. Kedatangan WNA mencapai 32.027 orang, sedangkan keberangkatan WNA tercatat 10.789 orang.
Dalam penegakan hukum keimigrasian, Imigrasi Singaraja menjatuhkan tindakan administratif berupa pengenaan biaya beban pada 573 kasus, pendetensian 35 orang, serta deportasi 28 orang.
“Penanganan perkara pro justitia juga berjalan dengan capaian penyelesaian 50 persen dari target,” ungkapnya.
Sejalan dengan Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, berbagai inovasi digital dihadirkan seperti Eazy Passport, SI RAJA SUNSET, NOTPORSEL, dan SI RAJA PANJAT. Pencegahan TPPO diperkuat melalui program Desa Binaan Imigrasi dan sosialisasi berkelanjutan.
“Di luar layanan inti, Imigrasi Singaraja aktif melakukan bakti sosial sebanyak 12 kali di wilayah perbatasan serta mendukung ketahanan pangan melalui penanaman pohon alpukat dan kelapa bersama lintas instansi di Buleleng,” ujarnya.
Memasuki 2026, target PNBP ditetapkan sebesar Rp18.315.400.000. Fokus lainnya mencakup perolehan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Rencana peningkatan status dari Kelas II menjadi Kelas I, serta pengembangan fasilitas kantor dan pembangunan rumah dinas guna meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tandasnya. *ndr















