BULELENG (terasbalinews.com) – Proyek penataan Kawasan Titik Nol Kota Singaraja resmi memasuki fase konstruksi awal setelah dilaksanakan peletakan batu pertama (ground breaking), Jumat (20/2). Kegiatan berlangsung di area Rumah Jabatan Bupati dan Gedung Wanita Laksmi Graha, dipimpin langsung Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna, jajaran DPRD, serta Sekda Buleleng.
Bupati Sutjidra menjelaskan, tahapan proyek sebenarnya telah dimulai sebelumnya melalui pembongkaran sejumlah bangunan lama serta penataan pepohonan di sekitar kawasan. Dengan progres awal yang berjalan lancar, pemerintah daerah optimistis pengerjaan dapat selesai sesuai target.
“Pengerjaan penataan titik nol Kota Singaraja ini merupakan upaya kami menata kawasan bersejarah yang ada di Kabupaten Buleleng khususnya di Kota Singaraja. Anggarannya dari bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar 25 miliar rupiah dengan pengerjaan selama 150 hari kalender,” terangnya.
Ia juga menanggapi dinamika pro dan kontra yang muncul di masyarakat. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam proyek penataan ruang publik, namun revitalisasi ini diyakini akan memberikan manfaat besar, terutama dalam menjaga nilai historis kawasan kota lama.
Selain penataan titik nol, Pemkab Buleleng turut merencanakan pembenahan lobi Kantor Bupati agar kembali difungsikan sebagai ruang menerima tamu sekaligus tempat masyarakat menyampaikan aspirasi atau “mesadu”. Konsep penataan juga menitikberatkan pada penguatan karakter heritage dengan menghilangkan tembok-tembok tinggi di kawasan tersebut.
“Semua bangunan bersifat heritage dengan tidak ada lagi tembok-tembok tinggi. Lobi Bupati juga akan dikembalikan seperti dahulu menjadi tempat menerima tamu dan untuk kegiatan masyarakat untuk mesadu atau berdiskusi,” pungkasnya. *ndr















