BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Dinkes Buleleng Selidiki Kasus Kematian DSS di Banyuning, Total DBD 2026 Capai 111 Kasus

whatsapp image 2026 04 13 at 19.38.22
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. Sucipto. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng tengah melakukan penyelidikan menyusul adanya kasus kematian akibat Dengue Shock Syndrome (DSS) di Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng. Korban diketahui merupakan anak perempuan berusia 4 tahun 10 bulan.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, menjelaskan bahwa laporan awal kasus tersebut diterima pada 9 April 2026 melalui sistem kewaspadaan dini (SKDR) dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang bersumber dari RSIA Puri Bunda.

“Setelah menerima laporan, kami langsung meneruskan informasi tersebut ke Puskesmas Buleleng III untuk dilakukan penanganan dan tindak lanjut di lapangan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Secara medis, gejala awal pasien muncul sejak 2 April 2026 berupa demam yang disertai mual dan muntah. Saat sempat menjalani pemeriksaan di IGD, kondisi belum menunjukkan tanda bahaya. Namun, pada 5 April, kondisi pasien memburuk sehingga harus kembali dirujuk ke rumah sakit dengan gejala lemas, penurunan nafsu makan, serta buang air besar berwarna hitam.

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan penurunan trombosit secara drastis, dari 92 pada 5 April menjadi 31 pada 7 April 2026. Kondisi tersebut berkembang menjadi syok hemoragik akibat dengue berat yang disertai perdarahan hebat.

“Pasien dinyatakan meninggal dunia pada 7 April 2026 pukul 13.12 WITA akibat syok hemoragik dengan kondisi dengue berat,” jelas dr. Sucipto.

Sebagai tindak lanjut, tim kesehatan melalui Puskesmas Buleleng III melakukan Penyelidikan Epidemiologi pada 11 April 2026 di lingkungan tempat tinggal korban. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan jentik nyamuk di empat titik lokasi, meskipun tidak ditemukan kasus demam serupa di sekitar wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.

Diketahui pula bahwa aktivitas pasien terbatas di sekitar rumah, serta baru pindah dari Kota Palu, Sulawesi Tengah pada Februari 2026. Upaya pencegahan telah dilakukan melalui fogging fokus pada 12 April 2026, disertai edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan darah apabila demam sudah memasuki hari kedua, sehingga dapat ditangani lebih cepat dan mencegah kondisi menjadi berat,” tegasnya.

Selain kasus tersebut, Dinas Kesehatan Buleleng juga mencatat sebanyak 111 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari hingga pertengahan April 2026. Angka ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama pada periode musim hujan yang cenderung meningkatkan penyebaran penyakit.

“Kasus DBD di awal tahun memang cenderung meningkat, terutama saat musim hujan. Hingga pertengahan April ini tercatat 111 kasus, dan kami terus melakukan langkah-langkah pencegahan secara intensif,” tambah dr. Sucipto.

Data menunjukkan bahwa kasus DBD lebih banyak dialami oleh laki-laki dengan persentase sekitar 56,8 persen, sedangkan perempuan 43,2 persen. Dari sisi usia, kelompok 15–44 tahun menjadi yang paling dominan, disusul usia 5–14 tahun.

Berdasarkan wilayah, Desa Pejarakan mencatat jumlah kasus tertinggi, diikuti Desa Sembiran dan Pemuteran. Sementara dari sisi fasilitas layanan kesehatan, Puskesmas Gerokgak 2 menjadi yang paling banyak menangani kasus DBD.

Mayoritas kasus yang ditemukan merupakan kategori DBD dengan persentase lebih dari 92 persen, sedangkan sebagian kecil lainnya termasuk kategori DSS.

“Kami terus mengimbau masyarakat agar aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” tandasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *