BULELENG (terasbalinews.com) – Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Kabupaten Buleleng mempercepat tahapan persiapan tender proyek infrastruktur tahun anggaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program prioritas pemerintah daerah, khususnya pembangunan jalan dan jembatan, dapat segera direalisasikan pada semester kedua tahun ini.
Percepatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan kaji ulang dokumen persiapan pengadaan bidang bina marga yang berlangsung di Gedung Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini melibatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan perencana, serta kelompok kerja pengadaan guna memastikan seluruh dokumen telah sesuai dengan regulasi pengadaan barang dan jasa.
Kepala Bagian PBJ Setda Buleleng, I Made Suwitra Yadnya, mengatakan proses kaji ulang menjadi tahapan penting sebelum tender dilaksanakan karena menjadi dasar dalam penyusunan dokumen pemilihan penyedia.
“Kaji ulang ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen pengadaan dengan kebutuhan di lapangan, sehingga dapat menjadi dasar yang kuat dalam penyusunan dokumen pemilihan,” ujar Suwitra.
Untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan tender, Bagian PBJ juga telah berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait konsolidasi sejumlah paket pekerjaan yang memiliki karakteristik serupa, lokasi berdekatan, dan kualifikasi penyedia yang sama.
Dari hasil konsolidasi tersebut, sebanyak 15 paket pekerjaan jalan dan dua paket pembangunan jembatan yang sebelumnya direncanakan terpisah kini dipadatkan menjadi sembilan paket tender. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pengadaan sekaligus memaksimalkan waktu pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Dalam mengawal proses tersebut, Bagian PBJ mengerahkan lima kelompok kerja untuk melakukan kaji ulang secara paralel terhadap seluruh paket pekerjaan yang akan dilelang.
Suwitra menjelaskan proses tender ditargetkan berlangsung sepanjang Juni 2026. Dengan demikian, penandatanganan kontrak diharapkan dapat diselesaikan pada pertengahan hingga akhir Juli sehingga pekerjaan fisik dapat segera dimulai.
“Percepatan ini dinilai sangat mendesak mengingat proyek infrastruktur jalan sangat bergantung pada kondisi cuaca. Momentum musim kemarau di pertengahan tahun ini akan dimanfaatkan optimal agar proyek dapat selesai tepat waktu,” tegasnya.
Selain memastikan kesiapan dokumen, pihaknya juga tengah melakukan perhitungan secara cermat terhadap nilai paket pekerjaan. Penyesuaian harga material akibat kenaikan BBM, fluktuasi nilai tukar dolar, hingga kewajiban penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dalam proses penyusunan dokumen tender.
“Sesuai dengan Peraturan atau Surat Edaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU), penerapan aturan wajib menggunakan produk dalam negeri atau PDN akan berdampak pada perhitungan preferensi harga bagi para penawar. PPK diminta teliti agar penentuan pemenang tender tetap sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” jelas Suwitra.
Melihat progres yang berjalan saat ini, Suwitra optimistis seluruh proyek infrastruktur yang menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Buleleng dapat dieksekusi sesuai jadwal pada semester II tahun 2026.
Menurutnya, percepatan proses tender merupakan bentuk komitmen Bagian PBJ dalam mendukung agenda pembangunan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, khususnya pada sektor peningkatan infrastruktur publik yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. *ndr














