BULELENG (terasbalinews.com) – Memasuki usia ke-24, SMA Negeri 1 Sukasada terus memperluas peluang bagi siswa, mulai dari beasiswa prestasi, penguatan bahasa asing, hingga pelatihan keterampilan dan kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Kepala SMAN 1 Sukasada Putu Suardana, S.Pd., M.Pd., mengatakan sekolah tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan potensi olahraga, seni, budaya, dan keterampilan.
Salah satu programnya adalah beasiswa bagi siswa berprestasi dari SMP. Juara umum pertama mendapat beasiswa selama tiga tahun, juara kedua dua tahun, dan juara ketiga satu tahun.
“Kami ingin memberikan motivasi kepada siswa agar terus berprestasi. Prestasi akademik harus mendapat apresiasi, sehingga mereka semakin semangat belajar dan berkembang,” ungkapnya saat ditemui, Senin (14/9/2026).
Penguatan potensi siswa juga diarahkan pada kemampuan menghadapi persaingan global. Sekolah mengembangkan pembelajaran bahasa Mandarin melalui kerja sama dengan Undiksha dan Harbin University. Siswa belajar bersama native speaker dan kini memasuki level dua setiap Sabtu.
Program tersebut sekaligus membuka peluang beasiswa pendidikan ke China.
“Tahun ini anak-anak baru masuk ke level dua. Kami berharap dan berdoa semoga ada yang mampu menembus China melalui peluang beasiswa tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, sekolah memberikan subsidi silang bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Sebanyak 38 siswa tahun ajaran ini mendapat keringanan biaya pendidikan sebesar 50 persen selama tiga tahun setelah melalui survei kondisi ekonomi keluarga.
Tak hanya pendidikan, SMAN 1 Sukasada juga membekali siswa dengan keterampilan kerja melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan pariwisata H2B. Pelatihan mencakup culinary, housekeeping, hospitality, dan bartender.
Siswa menjalani delapan kali pelatihan teori dan empat kali praktik di industri. Setelah uji kompetensi, mereka memperoleh sertifikat keterampilan yang dapat menjadi bekal melanjutkan pendidikan maupun bekerja.
“Beberapa siswa kami sudah diterima bekerja di restoran dan penginapan berbekal sertifikat keterampilan yang mereka peroleh dari program ini,” jelasnya.
Suardana menegaskan seluruh program tersebut merupakan upaya sekolah menggali potensi siswa sekaligus mempertahankan kekuatan budaya lokal di tengah tuntutan global.
“Anak-anak yang datang ke SMA Negeri 1 Sukasada memang memiliki jiwa budaya dan olahraga yang kuat. Itu yang kami gali kembali. Prestasi yang sudah ada kami kemas dengan sentuhan modern, sehingga budaya tetap hidup tetapi anak-anak juga siap menghadapi tuntutan global,” jelasnya.
Memasuki usia ke-24, sekolah ingin memastikan siswa memiliki beragam pilihan masa depan, baik melalui prestasi, beasiswa, pendidikan tinggi, kesempatan ke luar negeri maupun keterampilan kerja.
“Kami ingin memunculkan sekecil apa pun sumber daya yang ada, baik dari anak-anak maupun guru. Semua potensi itu kami kembangkan agar anak-anak memiliki bekal yang kuat untuk masa depannya,” tegasnya. *ndr














