BULELENG (terasbalinews.com) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar di Kabupaten Buleleng berlangsung sederhana melalui kegiatan tabur bunga di makam pahlawan dan pemotongan tumpeng. Di balik perayaan tersebut, Ketua DPD Golkar Buleleng, IGK Kresna Budi, menyampaikan sejumlah pesan, mulai dari pentingnya menghormati jasa pahlawan, mendoakan para pemimpin, hingga mendorong pemerataan pelayanan kesehatan di Buleleng.
Kresna Budi mengatakan, kegiatan tabur bunga menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, perjalanan bangsa tidak boleh dipisahkan dari sejarah perjuangan para pahlawan.
“Bagaimanapun kita tidak boleh melupakan sejarah. Kemerdekaan ini adalah berkat perjuangan para pahlawan,” ujar Kresna Budi.
Selain mengenang jasa pahlawan, pemotongan tumpeng menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus momentum refleksi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Salah satunya adalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di Bali.
Kresna Budi mengapresiasi langkah Gubernur Bali Wayan Koster dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam menangani persoalan tersebut. Ia menilai kesigapan para pemimpin dalam merespons persoalan masyarakat perlu mendapat dukungan.
Menurutnya, masyarakat perlu mengesampingkan perbedaan politik ketika menyangkut kepentingan bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendoakan para pemimpin agar tetap sehat dan mampu menjalankan tugas pemerintahan dengan baik.
“Kita harus berpikir realistis. Pemimpin itu bekerja untuk rakyat. Kalau pemimpin sakit, siapa yang akan bekerja untuk rakyat? Kita doakan Pak Prabowo, Mas Gibran, dan semua pemimpin agar selalu sehat walafiat,” tuturnya.
Kelangkaan BBM Jadi Evaluasi bagi Bali
Kresna Budi menilai peristiwa kelangkaan BBM harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, Bali membutuhkan dukungan pasokan energi yang memadai agar aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat tidak terganggu.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap bersabar serta menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Menurutnya, tindakan anarkis justru berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat dan citra pariwisata Bali.
Penanganan persoalan publik, lanjutnya, membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat agar setiap permasalahan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan gejolak berkepanjangan.
Golkar Buleleng Kawal Peningkatan Fasilitas Kesehatan
Beralih ke persoalan di daerah, Kresna Budi meminta seluruh kader Golkar di Buleleng mendukung program pemerintah daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan perekonomian.
Salah satu perhatian utamanya adalah pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan. Ia mendorong peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit, termasuk peningkatan status rumah sakit pratama dari tipe D menjadi tipe C.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperluas kapasitas pelayanan kesehatan sekaligus mengurangi penumpukan pasien di RSUD utama Kabupaten Buleleng.
Kresna Budi menilai masyarakat membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang cepat, memadai, dan merata. Keterbatasan fasilitas di sejumlah wilayah berpotensi menambah beban rumah sakit utama apabila tidak diimbangi dengan penguatan layanan kesehatan di daerah lain.
“Pelayanan kesehatan harus cepat tanggap. Jangan sampai ada antrean panjang atau pasien terpaksa dirawat di lorong-lorong. Fasilitas kesehatan harus ditingkatkan dari tipe D menjadi tipe C agar ada keseimbangan dan pemerataan layanan di Buleleng,” pungkasnya.
Dorongan tersebut menjadi salah satu agenda yang ingin dikawal Golkar Buleleng dalam mendukung pembangunan daerah. Peningkatan status rumah sakit diharapkan tidak hanya memperkuat fasilitas fisik, tetapi juga memperluas kapasitas layanan sehingga masyarakat memperoleh penanganan medis secara lebih cepat dan layak.
Bagi Golkar Buleleng, peringatan HUT partai kali ini menjadi momentum untuk menegaskan dukungan terhadap program pemerintah sekaligus mendorong perhatian lebih besar terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama pelayanan kesehatan yang merata di seluruh wilayah Buleleng. *ndr














