BULELENG (terasbalinews.com) – Nelayan di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, tengah menikmati masa panen ikan sepanjang awal Februari. Hasil tangkapan yang melimpah membuat para nelayan kembali tersenyum setelah sebelumnya sempat mengalami masa paceklik akibat cuaca laut yang kurang bersahabat.
Dalam sepekan terakhir, aktivitas di pesisir desa tampak meningkat. Sejumlah perahu datang dengan muatan penuh, didominasi anakan ikan tongkol. Para buruh angkut, sebagian besar ibu-ibu, terlihat sibuk memindahkan ikan menggunakan ember menuju kendaraan pengangkut di darat.

Ketua Kelompok Nelayan Segara Madu, M. Nasri, mengatakan kondisi panen saat ini memang sesuai siklus musim. Ia menyebut sejak Januari lalu perairan setempat dipenuhi ikan teri halus, sementara pada Februari mulai berganti dengan tongkol kecil.
“Hari-hari ini memang sedang ada panen nelayan. Untuk sekarang ini, bulan Februari memang pas musim ikan,” ujar Nasri.
Ia menjelaskan, pola tangkapan tersebut merupakan siklus tahunan. “Kelihatannya dari bulan satu kemarin ada ikan teri halus di pinggir. Sekarang masuk bulan dua ada jeda sedikit, lalu masuk lagi ikan tongkol, anak-anak tongkol kecil itu,” jelasnya.
Nasri menyebut kelompoknya memiliki 68 anggota. Dalam kondisi panen seperti sekarang, penghasilan nelayan meningkat signifikan. Bahkan, buruh angkut juga ikut merasakan dampaknya. “Lumayan, satu ember ongkos angkutnya Rp 5 ribu dan sekali angkut bisa sampai 10 ember bahkan lebih,” ungkapnya.
Menanggapi isu dugaan pencemaran laut akibat aktivitas PLTU Celukan Bawang dan dermaga batubara, Nasri menegaskan hingga kini nelayan tidak merasakan dampak negatif. Ia mengakui sempat ada kekhawatiran sebelumnya, namun kondisi di lapangan menunjukkan aktivitas melaut tetap normal.
“Saya juga dulu ada keraguan. Tetapi setelah berjalannya PLTU juga tidak ada (dampak negatif), belum ada pengaruhnya untuk sementara ini. Bahkan, kami menjaring jenis ikan teri halus di area dermaga batubara,” imbuhnya.
Menurutnya, perairan Celukan Bawang tergolong laut dalam sehingga ikan mudah ditemukan tidak jauh dari pantai. Saat ini terdapat enam kelompok nelayan yang tetap melaut seperti biasa mengikuti musim tangkapan.
“Masih kerja seperti biasa, aktivitas seperti dulu. Masuknya ikan ya saya panen ikan. Alhamdulillah normal sih untuk sementara ini, normal,” tandasnya. *ndr















