BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kembali menghadirkan program peningkatan kompetensi tenaga kerja pada tahun 2026. Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah pelatihan bahasa Jepang gratis yang akan dilaksanakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lovina.
Kepala Disnaker Buleleng, Putu Arimbawa, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026 BLK Lovina akan membuka tujuh paket pelatihan keterampilan kerja. Dua paket didanai melalui APBD Kabupaten Buleleng dan secara khusus difokuskan pada pelatihan bahasa Jepang, sementara lima paket lainnya bersumber dari APBN.
Fokus pada bahasa Jepang dipilih karena tingginya kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Sepanjang tahun 2025, tercatat sekitar 2.500 tenaga kerja asal Indonesia diberangkatkan ke Jepang. Menurutnya, penguasaan bahasa menjadi syarat utama karena aktivitas kerja di Jepang sepenuhnya menggunakan bahasa Jepang.
Pendaftaran pelatihan dibuka mulai 19 Januari hingga 10 Februari 2026. Calon peserta dapat mendaftar langsung ke BLK Lovina, melalui platform Siap Kerja, maupun media sosial resmi Disnaker Buleleng. Bagi masyarakat yang mengalami kendala pendaftaran daring, Disnaker membuka layanan bantuan langsung di BLK atau melalui nomor layanan 081 233 996 448.
Syarat peserta antara lain berusia minimal 18 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta terbuka untuk laki-laki maupun perempuan. Peserta diwajibkan melampirkan fotokopi ijazah terakhir, KTP, KK, serta memiliki email dan nomor telepon aktif.
Pelatihan ini sepenuhnya gratis dan akan dilaksanakan dalam dua gelombang karena keterbatasan kuota. Gelombang pertama dijadwalkan pada 11 Maret hingga 30 April 2026, sedangkan gelombang kedua berlangsung pada 4 Juni hingga 21 Juli 2026. Setiap gelombang diikuti oleh 16 peserta. Apabila jumlah pendaftar melebihi kuota, seleksi akan dilakukan dengan prioritas bagi masyarakat kurang mampu.
Instruktur akan berasal dari Lembaga Pelatihan Kerja swasta yang berpengalaman, dengan kurikulum sesuai standar LPK. Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja, khususnya penempatan ke Jepang.
Selain pelatihan bahasa Jepang, Disnaker Buleleng juga menyiapkan lima jenis pelatihan dari APBN, yakni perawatan AC rumah tangga, menjahit pakaian wanita, komputer, instalasi listrik, dan spa terapis, dengan total 80 peserta. Saat ini, pihak Disnaker masih menunggu petunjuk teknis dari kementerian terkait.
Melalui program ini, Disnaker Buleleng berharap masyarakat, khususnya para pencari kerja, dapat memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing, baik di pasar kerja dalam negeri maupun luar negeri. *ndr















