BULELENG (terasbalinews.com) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Buleleng bersama Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) REMA Undiksha menggelar audiensi dengan Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, A.Md.Kom, Selasa (2/9) di ruang kerjanya.
Audiensi tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menyampaikan hasil kajian strategis mereka, sekaligus mengutarakan aspirasi terkait isu nasional maupun daerah. Ketua DPC GMNI Buleleng, I Kadek Pradhita Ciwa Radhitya, menegaskan ada tujuh poin yang menjadi sorotan utama.
“Harapan kami, aspirasi ini dapat diteruskan oleh DPRD Buleleng ke DPR-RI dan pihak terkait, agar mendapatkan perhatian dan tindak lanjut yang serius,” ujar Pradhita.
Tujuh poin tersebut mencakup pemangkasan tunjangan DPR-RI yang dianggap tidak adil, evaluasi menyeluruh terhadap Polri, penghentian penangkapan aktivis, percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, pembatalan kebijakan pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD), pelibatan anak muda dalam perencanaan strategis dan perda, serta peningkatan kesejahteraan guru.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Buleleng memberikan apresiasi. Ia menilai enam dari tujuh poin merupakan ranah pemerintah pusat dan DPR-RI, namun DPRD siap menyampaikan aspirasi tersebut.
“Untuk poin mengenai pelibatan generasi muda dalam rencana strategis daerah, kami sangat terbuka. DPRD Buleleng selalu mendorong partisipasi aktif mahasiswa dan organisasi kepemudaan dalam pembangunan daerah,” jelas Ngurah Arya.
Ia juga menegaskan komitmen DPRD Buleleng dalam memperjuangkan nasib guru. Menurutnya, pemerintah daerah telah berupaya maksimal agar para tenaga pendidik mendapatkan kesejahteraan yang layak.
Pertemuan diakhiri dengan ajakan gotong royong membangun Buleleng. “Sukses terus buat kawan-kawan, ayo bersama-sama kita bangun Buleleng yang lebih baik,” tutup Ngurah Arya. (ndr)















