BULELENG (terasbalinews.com) — Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Buleleng langsung menunjukkan keseriusannya dalam membangun kekuatan atlet meski baru terbentuk beberapa pekan. Latihan bersama perdana digelar di Tukad Banyumala, Minggu (1/3/2026), sebagai langkah awal mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat daerah.
Kegiatan ini mendapat perhatian langsung dari Ketua Umum KONI Buleleng yang juga Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Kehadirannya menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan cabang olahraga arung jeram, terutama karena Buleleng akan menjadi tuan rumah Porprov Bali 2027.
Ketua FAJI Buleleng, Wahyudi, menjelaskan bahwa organisasi baru menerima mandat pada 12 Februari 2026 dan langsung bergerak melakukan koordinasi serta pembinaan atlet secara bertahap.
“Ini latihan ketiga setelah sebelumnya di Sungai Ayung dan Embung Sanur. Minggu depan akan berlanjut lagi. Kami tidak ingin menunda karena pembinaan harus berkesinambungan,” jelasnya.
Dari sisi fasilitas, FAJI telah menyiapkan dua unit perahu lengkap dengan perlengkapan keselamatan standar. Total tersedia 10 set peralatan yang dinilai cukup untuk membentuk dua tim, yakni putra dan putri.
Penjaringan atlet dilakukan secara terbuka dengan melibatkan mahasiswa, komunitas kebencanaan, hingga atlet potensial lainnya, dengan prioritas putra-putri asli daerah.
Wahyudi juga menegaskan bahwa potensi sungai di Buleleng sebenarnya sangat mendukung pengembangan arung jeram. Ia menilai Tukad Banyumala menjadi bukti bahwa wilayah ini memiliki arena yang layak, meski masih membutuhkan penataan kebersihan dan fasilitas pendukung.
“Tantangannya selama ini ada anggapan Buleleng tidak punya sungai untuk arung jeram. Sekarang kita buktikan, Banyumala ini potensial. Tinggal penataan kebersihan dan dukungan fasilitas saja,” tegasnya.
Sementara itu, Gede Supriatna menyebut cabang arung jeram memiliki peluang besar menjadi penyumbang medali pada Porprov mendatang. Ia menambahkan sejumlah lokasi lain juga akan dipetakan sebagai tempat latihan, termasuk kawasan Tuka Saba, bendungan, serta sungai di wilayah timur Buleleng.
Menurutnya, pembinaan sejak awal menjadi kunci agar Buleleng mampu tampil optimal sebagai tuan rumah sekaligus menunjukkan potensi sungai lokal sebagai pusat pengembangan olahraga arung jeram. *ndr















