BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Gemuruh Tradisi Sampi Gerumbungan Warnai Lovina Festival 2025

Sepasang sapi Gerumbungan tampil gagah dengan hiasan tradisional yang megah saat mengikuti Parade Sampi Gerumbungan di Lapangan Desa Kaliasem, Buleleng, Sabtu (26/07). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Suara sorak penonton berpadu dengan dentuman langkah sapi menghiasi Lapangan Desa Kaliasem pagi ini (26/07). Sebuah atraksi langka dan penuh makna kembali tampil dalam gelaran Parade Sampi Gerumbungan, menjadi bagian tak terpisahkan dari kemeriahan Lovina Festival 2025.

Tradisi khas Buleleng ini memamerkan sapi-sapi jantan pilihan yang dihias secara tradisional dan dituntun oleh para pekembar (penuntun) dengan pakaian adat Bali Utara. Lebih dari sekadar tontonan, parade ini mencerminkan kekayaan budaya lokal yang mulai sulit ditemukan di daerah lain.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, SP, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi ini.
“Kami sangat mendukung pelestarian tradisi ini, karena Sampi Gerumbungan merupakan satu-satunya tradisi khas yang hanya ada di Buleleng. Melalui kegiatan seperti ini, pariwisata kita juga bisa terus berkembang,” ujarnya.

Namun, pelestarian ini bukan perkara mudah. Melandrat menjelaskan bahwa Sampi Gerumbungan merupakan jenis sapi yang cukup langka, hanya dapat diperoleh dari keturunan langsung, dan butuh perawatan selama bertahun-tahun.
“Butuh waktu sekitar lima tahun untuk memelihara satu sapi hingga siap tampil. Maka dari itu, pemerintah hadir untuk membantu pelestarian dengan mengedepankan komunikasi, inovasi, dan evaluasi yang dilakukan secara berkala,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Sekda Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd, yang menyebut peran peternak lokal sangat penting dalam menjaga tradisi ini tetap hidup.
“Kami menghargai dedikasi peternak lokal yang dengan sabar membesarkan Sampi Gerumbungan selama bertahun‑tahun. Pelestarian budaya melalui sapi ini tidak bisa berjalan tanpa peran mereka,” katanya.

Dengan adanya parade ini, semangat masyarakat untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal semakin diperkuat. Lovina Festival tak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi budaya yang autentik, mengangkat Buleleng sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Bali Utara. (ndra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *