BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Puluhan Perahu Layar Kibarkan Semangat Bahari di Lovina Festival 2025

Deretan perahu layar dengan aneka warna dan corak khas berlayar membelah lautan utara Buleleng dalam Lomba Perahu Layar Lovina Festival 2025. Ajang ini menjadi simbol kebangkitan semangat bahari dan budaya pesisir di Kabupaten Buleleng, Sabtu (26/7). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Semangat bahari kembali berkibar di Laut Bali Utara. Sebanyak 34 perahu layar menghiasi garis pantai utara Buleleng dalam rangkaian Lovina Festival 2025, Sabtu pagi (26/7). Lomba perahu layar yang digelar ini menjadi salah satu magnet utama dalam festival tahunan yang sempat terhenti akibat pandemi.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, bersama jajaran Forkopimda dan Sekda Buleleng, Gede Suyasa, hadir langsung di titik start Pantai Kerobokan, Kecamatan Sawan, untuk menyapa para peserta dan secara resmi melepas jalannya perlombaan.

Peserta menempuh lintasan laut sepanjang 16 kilometer (setara 10 mil laut), dengan titik akhir di Pantai Binaria, kawasan wisata Lovina. Rute ini telah disesuaikan dengan arah angin dan faktor keselamatan, demi menjamin keamanan dan kelancaran jalannya kompetisi.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kembali ajang bahari yang telah lama dinanti ini.


“Ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi tetapi juga menjadi momentum kebangkitan semangat kelautan yang telah lama menjadi identitas dan kekuatan masyarakat pesisir kita,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga potensi laut dan melestarikan tradisi bahari yang menjadi warisan leluhur. Ke depannya, kegiatan ini direncanakan rutin digelar beriringan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana menyebut lomba ini tak hanya menjadi hiburan, tapi juga wadah pengembangan keterampilan dan solidaritas nelayan.


“Tujuannya adalah menumbuhkan semangat kebersamaan, membangkitkan jiwa bahari masyarakat Buleleng serta meningkatkan kontribusi sektor wisata bahari,” ungkap Aryana.

Aspek penilaian dalam lomba mencakup kecepatan, disiplin jalur, dan keterampilan awak perahu—yang dipadukan dengan catatan pelanggaran peserta.

Adapun untuk pemenang juara I memperoleh uang pembinaan sebesar 5.000.000, piala, piagam dan kompor gas, juara II memperoleh uang pembinaan sebesar 4.000.000, piala, piagam dan kompor gas, juara III memperoleh uang pembinaan 3.500.000, piala, piagam, dan kompor gas, sementara untuk harapan I, II, III masing-masing memperoleh uang pembinaan 2.500.000, 2.000.000 dan 1.500.000, piagam dan kipas angin.

Seluruh peserta juga pulang membawa paket sembako sebagai bentuk apresiasi dan simbol kepedulian sosial. Tak hanya itu, tersedia pula doorprize menarik bagi peserta yang belum berhasil meraih juara.

Ajang ini tak sekadar perlombaan, tapi menjadi ruang untuk menghidupkan kembali semangat laut, memperkuat ketahanan pangan, dan menggairahkan ekonomi pesisir lewat wisata bahari yang mengakar pada tradisi lokal. Ndra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *