Kejari Denpasar Hentikan Penuntutan Kasus Pencurian dan Kasus Lalulintas Lewat Restorative Justice

Yuliana sagala, restorative justice
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar, Yuliana Sagala.Foto:Ist

DENPASAR-Terasbalinews.com│Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menghentikan penuntutan kasus tidak pidana pencurian dengan tersangka  I Made Ridyawan dan kasus lalulintas atas nama tersangka Agus Indra Aryawan melalui Restorative Justice (RJ), Rabu (29/06/2022) di rumah RJ Kejari Denpasar di Pemecutan Kaja.

“Penghentian penuntutan melalui RJ ini dilakukan karena sudah memenuhi unsur atau syarat yang termuat dalam Pasal 5 Perja Nomor 15 Tahun 2020,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar, Yuliana Sagala dalam siaran persnya.

Dimana dalam Perja 15 disebutkan, RJ dapat diberikan apabila, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 tahun, adanya perdamaian antara tersangka dan saksi korban, tersangka adalah tulang punggung keluarga dengan anak-anak yang masih bersekolah.

Baca Juga:  Sidang Dugaan Penipuan dan Penggelapan JPU Hadirkan  Beberapa Saksi

“Dan syarat yang terakhirn adalah saksi Korban menginginkan proses hukum tidak dilanjutkan karena sudah ada perdamaian. Dan dalam kasus ini tersangka Made Ridyawan sudah mengembalikan 1 buah stir mobil Toyota hardtop kepada aksi korban, sementara tersangka Agus Indra Aryawan juga sudah berdamai dengan saksi korban,” jelas Kajari Yuliana.

Selain itu, RJ dilakukan setelah mendapat restu atau izin dari Direktur Orang dan Harta Benda pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum Kejaksaan Agung RI melalui virtual. Saat proses RJ, selain tersangka dan korban, hadir pula keluarga tersangka, Kelian Adat, Kepala Lingkungan setempat dan tokoh masyarakat.

Baca Juga:  Nipu, Anggota Bhayangkari Gadungan Divonis Tiga Tahun

Seperti diketahui, I Made Ridyawan dijadikan tersangka karena kedapatan mencuri stir mobil hartop milik I Dewa Ayu Mas Widhiantari. tersangka yang berprofesi sebagai tukang bengkel ini terpaksa mencuri demi kebutuhan makan ketiga anaknya. Atas hal itu, Kajari Denpasar mengambil sikap untuk melakukannya upaya restorative justice.

Dihari yang sama, juga dilakukan RJ untuk perkara lalulintas atas nama tersangka Agus Indra Aryawan. Agus Indra Aryawan menjadi tersangka setelah terjadi insiden kecil saat mengemudikan kendaraannya. Antara tersangka dengan korban pun akhirnya sepakat berdamai sehingga kasus ini juga bisa dihentikan penuntutannya melalui RJ.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.