Tindaklanjuti Pemberitaan di Media, Intel Kejari Denpasar Bidik LPD Intaran

lpd intaran, intaran sanur
KORUPSI-Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar belum juga menahan dua tersangka korupsi di LPD Desa Adat Serangan.Foto/dok

DENPASAR-Terasbalinews.comMenindaklanjuti pemberitaan soal keresahan warga Desa Intaran yang tidak bisa menarik uang dan tabungan deposito di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Intaran, Sanur, Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar diam-diam telah bereaksi.

Kasi Intel Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha saat dikonfirmasi terkait reaksi Kejari Denpasar atas dugaan adanya persoalan di LPD Desa Adat Intaran membenarkannya.” Benar, kami atensi apa yang diberitakan oleh media ini,” kata pejabat yang akrab disapa Eka Suyantha, Senin (20/6) kemarin.

Baca Juga :Dalami Peran Tersangka AA di LPD Sangeh, Penyidik Agendakan Pemeriksaan Sejumlah Saksi

Dikatakan pula, pihaknya saya ini sedang melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket)”Masih sebatas Pulbaket belum mengarah ke penyelidikan. Nanti kalau ada perkembangan saya informasikan lagi,” tegasnya. Dikatakan pula, pihaknya melakukan Pulbaket berdasarkan informasi yang ada di media.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah nasabah LPD Intaran, Desa Pekraman Sanur mulai resah. Warga mulai resah karena kini tak bisa menarik tabungan atau deposito di LPD Intaran karena kondisi LPD yang dikabarkan sedang kolaps.

Baca Juga : Tancap Gas, Penyidik Panggil Tersangka Dugaan Korupsi LPD Desa Adat Serangan

Informasi yang berkembang, LPD Intaran saat ini sedang krisis. Kondisi ini membuat LPD Intaran tidak mampu lagi membayar tabungan dan deposito. Parahnya lagi untuk mengambil bunga tabungan para nasabah harus daftar dulu.

Misalnya ada satu warga yang sudah daftar untuk ambil tabungan, tapi hanya dikasi bunganya saja. Bahkan jumlahnya sangat sedikit diluar harapan. “Saya hanya dapat Rp 300 ribu, padahal saya mau tarik tanbungan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Pesan Eks Bendesa Adat Usai Penetapan Tersangka Kasus LPD Serangan

Lebih apes bagi nasabah yang lain,  karena tidak dapat menarik tabungan atau bunga.  “Kalau saya jangankan dapat narik uang, bunganya saja ndak dapat. Karena harus daftar dulu, kalo udah ada uangnya baru akan dihubungi,” ujar warga lagi.

Hampir semua warga yang mau menarik tabungan atau deposito bernasib serupa. Para nasabah ini hanya bisa menarik bunga tak lebih dari 300 ribu. “Ada yang dapat Rp 200 ribu ada juga yang ndak dapat apa apa,” lanjut sumber yang juga nasabah di LPD Intaran ini.

Kondisi ini sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Informasi lainnya menyebutkan ada oknum di LPD yang menggunakan uang nasabah untuk treding. “Kabarnya main Binomo, Indra Kens itu dan main Forex. Awalnya dapat, setor leboh besar dikit dapat lagi, terakhir pas setor sangat banyak langsung hilang,” imbuh sumber lain.(dir)

Baca Juga:  Sudah Jadi Tersangka, Mantan Ketua LPD Serangan Malah Bilang Penyidik Kejaksaan Gagal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.