BULELENG (terasbalinews.com) – Kodam IX/Udayana memulai pembangunan Jembatan Garuda secara serentak di 25 titik yang tersebar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Salah satu proyek ditandai dengan peletakan batu pertama di wilayah Seririt, Buleleng, yang dipimpin langsung oleh Kasdam IX/Udayana, Taufiq Hanafi.
Brigjen TNI Taufiq Hanafi menjelaskan, program ini merupakan bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendukung mobilitas masyarakat, khususnya di daerah dengan kondisi jembatan yang sudah tidak layak.

“Hari ini untuk wilayah Kodam IX/Udayana, kita melaksanakan groundbreaking di 25 titik. Untuk wilayah Korem 163 (Bali) ada tiga titik, wilayah Korem 161 (NTT) ada 13 titik, dan wilayah Korem 162 (NTB) ada 9 titik,” ujarnya saat memberikan keterangan di Seririt.
Ia menegaskan, pembangunan jembatan di Seririt menjadi prioritas karena kondisi jembatan lama dinilai membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak yang setiap hari melintas untuk beraktivitas, termasuk ke sekolah.
“Bisa kita lihat bersama, kondisi jembatan yang ada saat ini sudah sangat tidak layak dan membahayakan, terutama bagi anak-anak kecil yang lewat. Tujuan kita adalah agar titik-titik ini memiliki jembatan yang layak dan bagus, sehingga akses untuk anak sekolah bisa lebih baik dan keselamatan mereka terjamin,” tambahnya.

Program Jembatan Garuda ini juga merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur dasar di daerah terpencil. TNI pun menargetkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar aktivitas masyarakat, serta mendorong peningkatan kualitas hidup dan keselamatan transportasi, khususnya di daerah pedesaan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. *ndr















