BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Korban Hilang di Air Terjun Kebo Iwa Ditemukan Tak Bernyawa pada Hari Kedua Pencarian

img 20251121 wa0106
Proses pencarian dan evakuasi korban yang hilang terseret arus di Air Terjun Kebo Iwa, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Upaya pencarian terhadap remaja bernama Gede Angga Putra Pratama (15) yang dilaporkan hilang setelah terseret arus di Air Terjun Kebo Iwa, Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, akhirnya berakhir duka. Remaja asal Banjar Dinas Tegal itu ditemukan meninggal dunia pada hari kedua operasi pencarian, Jumat (21/11).

Kapolsek Kubutambahan AKP Kadek Robin Yohana menjelaskan, pencarian dimulai kembali pada pukul 09.00 Wita dengan melibatkan gabungan personel dari Basarnas, Polsek Kubutambahan, Polairud, perangkat desa, Pecalang, dan Linmas.

“Pukul 09.48 Wita korban ditemukan di dasar kubangan air terjun dalam kondisi meninggal,” kata AKP Robin. Korban ditemukan tanpa mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek coklat. Setelah dievakuasi ke daratan, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka menggunakan mobil patroli polisi.

Sementara itu, Koordinator Pos SAR Buleleng Kadek Donny Indrawan menyampaikan bahwa tim melakukan pencarian dengan metode manual dan snorkeling karena kondisi air keruh dan arus cukup kuat.

“Kondisi air sangat keruh, jarak pandang kurang lebih satu meter. Namun tim tetap berupaya maksimal sampai akhirnya korban ditemukan,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan medis oleh dr Dewi Pratiwi dari Puskesmas Kubutambahan II menunjukkan korban mengalami henti jantung dan sudah dalam kondisi kaku. Ditemukan darah pada hidung karena terlalu lama berada di dasar air. Pemeriksaan memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Ayah korban, Komang Mandiasa, menyatakan pihak keluarga menerima musibah ini dengan lapang dada. Korban rencananya akan dimakamkan pada Sabtu (22/11) di Setra Desa Adat Mengening.

Diketahui sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Kamis (20/11) sekitar pukul 12.00 Wita saat berenang bersama adiknya dan beberapa temannya. Menurut informasi, korban awalnya berusaha menolong sang adik yang lebih dulu terseret pusaran air, namun justru dirinya ikut terbawa arus hingga tenggelam.

“Adiknya lebih dulu terseret pusaran air dan berhasil ditarik oleh kakaknya. Namun saat menolong itu, kakaknya justru ikut terseret arus air terjun,” ungkap AKP Robin.

Kedalaman kolam air terjun diperkirakan mencapai empat meter, dengan aliran arus kuat di bawah permukaan yang menyulitkan proses penyelamatan. *ndr

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *