BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

MV The World Bermalam di Celukan Bawang, Wisatawan Nikmati Pesona Bali Utara

img 20251102 wa0037
Kapal MV The World tambat di Dermaga II Pelabuhan Celukan Bawang, Jumat (31/10/2025) dan bertolak pada Sabtu sore (1/11/2025). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Pelabuhan Celukan Bawang mencatat sejarah baru dengan kedatangan Kapal Pesiar MV The World, Jumat (31/10/2025). Tidak seperti kunjungan kapal pesiar pada umumnya yang hanya singgah dalam sehari, kapal mewah berbobot 43.188 GT itu memilih bermalam, memberi kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati suasana malam Bali Utara.

Kapal sepanjang 197 meter itu mengangkut 104 residents dan 299 kru, bersandar di Dermaga II Pelabuhan Celukan Bawang sebelum melanjutkan pelayaran menuju Pulau Komodo pada Sabtu (1/11/2025).

Kedatangan MV The World dimanfaatkan sebagai momentum memperkenalkan potensi budaya dan wisata bahari Bali Utara. Penyambutan dilakukan oleh Pelindo, KSOP, Imigrasi, Bea Cukai, Kesehatan Pelabuhan, TNI AL, Polairud, Dinas Pariwisata, dan Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang.

Selama dua hari, wisatawan disuguhi penampilan budaya seperti Tari Kecak dan Kalimasada Band. Tak hanya itu, tim kapal juga menggelar aksi bersih pantai bertajuk “Beach Clean Up Activity”, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

“Aksi ini sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung visi Green Port,”
ujar General Manager Pelindo Celukan Bawang, Mochammad Imron, Sabtu (1/11/2025).

Imron menyebut kunjungan ini menjadi pembuktian kesiapan Celukan Bawang sebagai pintu gerbang pariwisata internasional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Celukan Bawang bukan sekadar pelabuhan, tetapi gerbang budaya Bali Utara yang siap menyambut dunia,” tegasnya.

Salah satu kru, Ann, menyebut kegiatan bersih pantai merupakan rutinitas global tim MV The World.

img 20251102 wa0040

“Kami peduli terhadap lingkungan dan ingin memberikan kontribusi berarti. Minimal dua kali setiap bulan kami melakukan kegiatan ini, dan Celukan Bawang menjadi pelabuhan pertama di Indonesia,” ujarnya.

Kru lainnya, Thomas, menegaskan komitmen keberlanjutan:

“Ini kontribusi kami kepada masyarakat lokal. Kita hanya punya satu planet yang harus dijaga untuk generasi mendatang,” katanya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *