BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

PAN Bali Belum Tentukan Sikap untuk Pilkada 2024: Masih Tunggu Arahan Pusat

Ketua DPW PAN Bali Ni Made Shri Yogi Lestari. (Foto/ist).
Ketua DPW PAN Bali Ni Made Shri Yogi Lestari. (Foto/ist).
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Bali belum tentukan sikap jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPW PAN Bali Ni Made Shri Yogi Lestari. Yogi mengatakan, pihaknya masih menunggu instruksi dari DPP PAN.

“Jujur kalau kami untuk Pilkada Bali 2024 masih menunggu arahan pusat. Walapun secara nasional kita juga partai pemenang, tapi untuk di Bali kita sadar diri lah, belum bisa mencetak kursi di DPRD,” ucap Yogi Lestari.

Perempuan yang juga seorang seniman ini mengatakan, PAN Bali masih menggodok calon yang bakal didukung pada Pilkada 2024 mendatang.

Menurutnya, calon pemimpin Bali harus mempunyai gagasan, ide, dan program-program pembangunan untuk Bali di masa depan.

“Saya pun baru dilantik April 2024 lalu, saya harus meyesuaikan dulu untuk memantapkan posisi PAN Bali,” tutur Yogi Lestari.

“Yang jelas untuk mengawal Pilkada, tugas dari PAN Bali sendiri lebih kepada memberikan alternatif solusi dalam program-program pembangunan, politik kita lebih kepada menjadi bagian check and balance (keseimbangan, red) terkait gagasan para kandidat yang benar-benar solutif buat Bali,” tambahnya.

Disinggung duet Mantra-Mulia, Yogi Lestari mengaku PAN masih membangun komunikasi pribadi dengan internal keluarga Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra alias Rai Mantra.

Ia juga menghargai seluruh pimpinan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang notabene pengusung Mantra-Mulia.

“Kalau terkait Paslon yang diusung oleh KIM Plus Bali (Mantra-Mulia, red) sampai saat ini kami masih netral,” jelas Yogi Lestari.

“Untuk sementara, sembari menunggu keputusan pusat, PAN Bali berusaha untuk membangun komunikasi dan membawa gagasan ini sebagai alternatif solusi pada Pilkada Bali 2024.” (nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *