BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Pemkab Buleleng Salurkan 2.085 Paket MBG di Banyuning, Fokus pada Anak dan Ibu

whatsapp image 2025 09 29 at 18.05.51
Penyerahan simbolis paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa di Banyuning, Senin (29/9). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Sebanyak 2.085 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Widya Dharma Bali 4 di Kelurahan Banyuning. Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

MBG sendiri merupakan bagian dari langkah strategis mendukung visi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus menjalankan misi Asta Cita untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Kami harap program ini dapat meningkatkan konsentrasi prestasi belajar siswa dengan memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang cukup,” ujar Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Kadek Agus Hartika, usai menyerahkan paket MBG secara simbolis di SMK Ti Bali Global, Senin (29/9).

Ia menambahkan, paket makanan bergizi ini diprioritaskan bagi kelompok masyarakat rentan, seperti anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. “Program ini disediakan kepada kelompok masyarakat rentan terutama anak-anak sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui untuk meningkatkan status gizi, kesehatan masyarakat serta mengurangi angka stunting,” terangnya.

Setiap proses, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan baku, pengelolaan dapur, hingga distribusi dan pengawasan dilakukan oleh tim ahli. Lebih jauh, pelibatan UMKM, petani, dan nelayan dalam rantai pasok juga diharapkan memberi dampak positif pada ekonomi lokal.

Sementara itu, Wakil PJ BGN Buleleng, Ketut Ngurah Arya Krisna, menegaskan distribusi paket MBG ini menyasar delapan sekolah di Banyuning, mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMK. Seluruh menu disusun oleh ahli gizi agar memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan serat.

“Kami juga menyediakan alternatif menu bagi siswa yang tidak menyukai nasi, seperti kentang, hal ini untuk memastikan asupan gizi tetap seimbang. Ada takaran gizi pada masing-masing menu. Per ompreng akan berbeda jumlah nutrisi dari tingkat PAUD hingga jenjang lebih tinggi guna memastikan jumlah gizinya terpenuhi,” jelasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *