BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Personel Polres Klungkung Diduga Aniaya Pengusaha Rental Mobil hingga Cacat

Korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anggota Polres Klungkung, IWS (47) (tengah) saat konferensi pers bersama LBH Bali, Jumat (5/7/2024). (Foto/nan)
Korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anggota Polres Klungkung, IWS (47) (tengah) saat konferensi pers bersama LBH Bali, Jumat (5/7/2024). (Foto/nan)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Sepuluh personel Kepolisian Resor (Polres) Klungkung diduga melakukan penganiayaan terhadap pengusaha rental mobil berinisial IWS (47) hingga mengalami cacat permanen pada telinga sebelah kiri.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali yang ditunjuk sebagai pendamping hukum IWS mengatakan, kasus penganiayaan ini telah dilaporkan kepada Polda Bali pada 29 Mei 2024 lalu.

Namun, hingga saat ini Polda Bali hanya mengarahkan kasus itu pada Pasal 352 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Sejak awal petugas SPKT Polda Bali justru mengarahkan pelaporan pada pasal 352 KUHP atau penganiayaan ringan dengan ancaman pidana penjara maksimal hanya tiga bulan pidana penjara,” kata Direktur LBH Bali Rezky Pratiwi dalam siaran pers, Jumat (5/7/24).

Rezky menambahkan, proses ini sejatinya telah diteruskan oleh penyelidik, dimana tetap menggunakan pasal ringan tanpa mempertimbangkan fakta-fakta serta akibat yang dialami oleh korban.

Penyelidik, kata Rezki hingga kini juga belum memanggil dan memeriksa saksi kunci yang mengetahui terjadinya tindakan penyekapan serta penyiksaan yang dilakukan personel Polres Klungkung tersebut.

Di sisi lain, beberapa personel Polres Klungkung hingga kini terus melakukan intimidasi, teror, dan sempat meminta korban untuk menandatangani kesepakatan damai dengan para polisi selaku pelaku.

Sementara itu, Koalisi Masyarakat Sipil Anti Penyiksaan yang terdiri dari LBH Bali, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengecam tindakan penerapan pasal ringan itu.

Mereka menilai sikap dan tindakan Polda Bali yang menerapkan pasal ringan telah membuka celah/ruang terjadinya impunitas.

Dalam kesempatan yang sama, Rezky menceritakan, IWS dianiaya dan disekap selama tiga hari dua malam oleh 10 polisi di rumahnya di Klungkung tepatnya pada 26-28 Mei lalu.

“Berdasarkan hasil visum, korban mengalami sejumlah luka memar dan kerugian materi dari lima mobilnya yang disita 10 polisi itu,” tambah Rezky.

Sementara, IWS sebagai korban mengaku, ia didatangi lima polisi di rumahnya di Klungkung. Saat itu polisi menanyakan sebuah mobil yang digadaikan salah seorang saksi bernama Mang Togel kepada seorang kenalannya.

“Waktu itu saya dijemput (polisi) jam sembilan malam. Saya ditanya-tanya soal mobil itu di pos barong (semacam pos kamling) dekat rumah,” kata IWS.

Ia lantas, menceritakan ia tidak menahu soal status dan keberadaan mobil yang digadaikan oleh Mang Togel. IWS menyebut, ia hanya sebagai perantara saja.

“Jadi, (Mang Togel) itu minta digadaikan mobilnya. Bukan dijual. Dia mintanya Rp 150 juta. Nah, saya sebagai penghubung (ke kenalannya). Saya nggak tahu kalau sebenarnya mobil itu (bodong),” kata IWS.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan Polda Bali mengatakan, pihakmya telah menerima laporan dari pihak IWS dan LBH Bali.

Polda Bali, kata Jansen, juga telah melakukan tindakan dengan memeriksa IWS, saksi-saksi, mengumpulkan bukti-bukti dan minta keterangan dokter yang menangani IWS, serta meneliti surat Visum Et Repertum termasuk mendatangi TKP.

“Permasalahan ini masih berproses dan bila terbukti ada ketidak profesionalan anggota dalam rangkaian proses pengungkapan kasus dugaan jaringan curanmor tersebut, pasti akan dilakukan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Jansen.

“Sementara terhadap dugaan jaringan pencurian dan atau penggelapan kendaraan bermotor masih terus dilakukan pengembangan dan proses penyidikan lebih lanjut,” tambahnya. (nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *