BULELENG (terasbalinews.com) – Perumda Tirta Hita Buleleng bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Banjar. Sebanyak 11 mobil tangki air bersih diterjunkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Direktur Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, menjelaskan dari total armada yang dikerahkan, empat unit mobil tangki berasal dari pusat dan tujuh unit lainnya dari wilayah Seririt. Distribusi air bersih dilakukan ke sejumlah titik yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air setelah bencana.

“Selain melalui 11 mobil tangki milik Perumda Tirta Hita, distribusi air bersih juga dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buleleng dan Palang Merah Indonesia yang mengambil suplai air dari kantor Perumda Tirta Hita di Seririt dengan total sekitar 25 tangki air untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak,” jelasnya, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, sumber air di wilayah Padangbulia sempat terdampak banjir sehingga kondisi air menjadi keruh. Namun secara fungsi utilitas, sumber air tersebut masih dapat beroperasi.
Perbaikan juga telah dilakukan terhadap pipa distribusi yang sempat putus di wilayah Banjar sehingga saat ini layanan air bersih telah kembali berjalan normal. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengurasan reservoir untuk memastikan kualitas air kembali jernih dan layak digunakan masyarakat.
“Selain distribusi air bersih, Perumda Tirta Hita juga melakukan pengurasan pada reservoir agar kualitas air kembali jernih dan layak digunakan oleh masyarakat,” imbuh Lestariana.
Meski sempat terdampak bencana, secara umum kondisi tersebut tidak memberikan dampak besar terhadap sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Buleleng.
Saat ini Perumda Tirta Hita Buleleng mengelola 17 mata air serta dua sumber air permukaan dari Sistem Penyediaan Air Minum Burana dengan kapasitas produksi mencapai 143 liter per detik.
“Cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Buleleng saat ini mencapai sekitar 27 persen dari jumlah penduduk, dengan cakupan pelayanan teknis sebesar 48 persen yang menjangkau 71 desa dan kelurahan,” tandasnya. *ndr















