Prostitusi di Flotim Kian Menjamur, Bahkan Ada WPS yang Masih Remaja

Prostitusi di Flores timur
Ilustrasi

FLORES TIMUR-Terasbalinews.com| Diperkirakan, sejak Januari 2022, Aktivitas prostitusi di kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur –NTT, kian menjamur. Jumlah Wanita Pekerja Seks (WPS) terus mengalami peningkatan.

Tak cuma WPS dewasa, penambahan itu terjadi pula pada kelompok WPS remaja.

“WPS usia remaja di sini (larantuka), yang saya tau si sekitar 11 orang. Dominasi mereka adalah warga Kota Larantuka. Beberapa diantaranya datang dari Lembata dan Waiwerang-Adonara Timur.Mereka terbilang laris,karena dominan yang membutuhkan, carinya yang ABG.”tutur seorang warga kota Larantuka,Sabtu (23/7/2022).

Karena laris, menurut sumber tersebut,sering terjadi pertengkaran antara WPS remaja dan WPS dewasa.”Mereka  punya grup, dan diantara mereka saling tolong. Bila ada tamu yang membutuhkan pelayanan mereka, mereka saling menginformasikan, dan mengaturnya secara adil dan apik,” jelas sumber tadi.

Baca Juga:  Hakim Vonis Terdakwa Begal Payudara 2 Tahun Penjara

Baca Juga :Layanan Kunjungan WBP di Rutan Larantuka Kembali Dibuka

Baca Juga :Upaya Bunuh Diri Seorang ASN di Sikka Digagalkan Keluarga

Baca Juga :Jajaran Rutan Larantuka Ikut Pembukaan HDKD Ke-77 Secara Virtual

Lanjut sumber itu, mereka tidak memiliki tempat pelayanan tetap.Baik tarif dan tempat,semuanya berdasarkan kesepakatan dengan tamu.”Kelompok WPS Remaja ini rata-rata berasal dari kelurga brokenhome.Usia mereka rata-rata 15 tahun ke atas, dan kebanyakan mereka telah putus sekolah.Bahkan ada diantara mereka yang tidak tau baca tulis,” ujarnya.

Namun sejak kapan pada WPS muda ini terjual ke dunia bisnis lendrlir ini, tidak ada yang mengetahuinya. Sumber ini pun mengaku Sering menasihati para WPS muda itu untuk tinggalkan jalur ini dan mencari pekerjaan lain.

Baca Juga:  Diduga Bunuh Diri, Pelajar Ditemukan Tergantung di Pohon

“Mereka dirumah bekerja sebagai tukang cuci pakaian.Namun tidak bertahan lama.Tak sampai tiga hari, mereka sudah meninggalkan pekerjaan itu, dan kembali bergelut dengan dunia prostitusi,” ungkapnya.

Aktivitas mereka, oleh sumber itu terbilang rapih. Mereka hanya dikenal oleh warga yang memang sudah mengenal tentang mereka.Tempat tinggal mereka pun selalu berpindah-pindah.

”Tidak semua mereka memiliki HP. Bagi yang sudah mengenal tempat tinggal mereka si mudah bertransaksi. Namun bagi yang belum kenal, maka melalui perantara,” pungkasnya.(emnir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.