BREAKING NEWS
Gunakan QR Code, Pertamina Uji Coba Full Cycle BBM Subsidi

Sugawa Korry Sebut Pernyataan Megawati Bagian dari Demokrasi

Ketua DPD Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry.
Ketua DPD Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry. (ist)
banner 120x600

DENPASAR, (terasbalinews.com). Penolakan yang sempat dilontarkan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri terkait rencana pembangunan Bandara Buleleng, Bali, yang santer diberitakan media Senin (16/11/2023) lalu saat meninjau pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Kota Denpasar, rupanya mendapat tanggapan dari Ketua DPD Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry.

Sugawa Korry  yang juga selaku Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, dalam pernyataannya, Rabu (18/1/2023), menghormati apa yang dilontarkan Megawati sebagai bagian dari demokrasi yang berkembang di Indonesia, termasuk Bali.

Ia berpendapat bahwa kesenjangan pembangunan di Bali ini adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, kesenjangan berbagai indikator pembangunan antara Bali Utara dengan Bali Selatan, adalah faktual. Sepertit tingkat IPM, pendapatan perkapita, pendapatan daerah, kemiskinan dll.

Baca Juga:  Demer: Laporan Ke MP Sama Halnya Mengorek "Borok" Sendiri

Hal ini salah satu penyebabnya, semakin menumpuknya, pembangunan infrastruktur, kegiatan ekonomi/pariwisata, pemerintahan maupun pendidikan di Bali selatan. Selama ini, berkembang kajian, salah satu upaya untuk mempersempit kesenjangan tersebut dengan cara membangun bandara dan pelabuhan ekspor dari laut yang dilakukan di Bali Utara.

“Cuman sayang, selama ini terkesan seolah-olah terjadi perebutan kepentingan dalam menetapkan lokasi bandara,” sentilnya. Sampai saat ini, sesuai aspirasi masyarakat dan dalam rangka keseimbangan pembangunan, kami berharap pembangunan bandara diharapkan tetap dilaksanakan di Bali Utara, sambungnya.

Lantas ia menegaskan, yang harus digaris bawahi dengan garis angg tebal, janganlah penetapan lokasi didasarkan atas kepentingan pribadi ataupun kelompok, tetapi atas dasar kajian yang konfrehensif, ilmiah berdasarkan atas aturan yang berlaku, transparan, studi kelayakan yang profesional, memperhatikan sungguh-sungguh aspek lingkungan dan budaya, serta mengedepankan kemanfaatan masyarakat luas di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga:  ARW Ingatkan "Jebakan Batman" Pinjaman Online Ilegal

Seperti diketahui dari informasi yang dihimpun, meski ditolak Megawati, namun rencana pembangunan Bandara Bali Utara dikabarkan terus berjalan. Bahkan pihak operator, yakni PT BIBU Panji Sakti sudah menemui 11 Raja Bali untuk membahas pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di pesisir Kubutambahan, Buleleng, Bali Utara tersebut. (tbn)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *