BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Temuan Sapi Terpapar LSD di Gerokgak, Pemkab Buleleng Perketat Pengawasan Ternak

whatsapp image 2026 01 20 at 19.22.02
Seekor sapi di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, menunjukkan bercak-bercak pada kulit yang menjadi ciri Lumpy Skin Disease (LSD), sehingga wilayah setempat diberlakukan karantina untuk mencegah penyebaran penyakit ke ternak lainnya. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pertanian bergerak cepat menanggapi ditemukannya dua ekor sapi yang menunjukkan indikasi Lumpy Skin Disease (LSD) di wilayah Kecamatan Gerokgak. Untuk menekan potensi penularan ke ternak lain, langkah karantina wilayah langsung diberlakukan di lokasi temuan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menjelaskan bahwa informasi awal diterima pada Senin (19/1/2026) dari peternak setempat. Setelah ditelusuri, diketahui dua sapi tersebut didatangkan dari luar daerah dan dibeli melalui transaksi daring di media sosial.
“Ternyata sudah ada masuk dua. Ini sapi yang dibeli lewat online,” ujar Melandrat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, kondisi kesehatan sapi saat ini cenderung stabil. Gejala berat LSD tidak lagi terlihat, nafsu makan kembali normal, dan sapi sudah aktif bergerak.
“Kalau terkena LSD, sapi biasanya tidak mau makan dan malas bergerak. Sekarang ini sudah mulai membaik,” jelasnya.

Namun demikian, tanda sisa penyakit masih tampak pada bagian kulit sapi berupa bercak-bercak khas.
“Bercak bekas LSD itu ada. Penyakit ini seperti cacar air pada manusia,” tambahnya.

Melandrat menegaskan bahwa LSD merupakan penyakit virus yang bersifat spesifik pada sapi dan tidak menular ke manusia maupun hewan lain. Penyebarannya sangat dipengaruhi kondisi lingkungan, terutama pada musim hujan.
“Penularannya banyak melalui nyamuk dan lalat. Penyakit ini muncul di musim hujan karena semak-semak tinggi dan sarang nyamuk banyak,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan lanjutan, karantina wilayah diberlakukan hingga area tersebut dinyatakan steril. Pengawasan dilakukan secara intensif oleh Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), dengan dukungan tenaga medis hewan.
“Di setiap kecamatan ada Puskeswan. Khusus di Gerokgak ada dua dokter hewan,” ujarnya.

Dalam proses penanganan, seluruh petugas diwajibkan mengenakan alat pelindung diri (APD). Melandrat juga menegaskan bahwa vaksin LSD hanya diberikan kepada sapi yang sehat.
“Vaksin hanya untuk sapi yang sehat. Kalau sakit itu pengobatan,” pungkasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *